Bajing Ireng (Alex Kalangi), seorang pendekar wanita dari Desa Kandang Haur, menjadi pahlawan bagi rakyat jelata dengan merampok harta orang-orang kaya untuk disumbangkan kepada yang menderita.
Kisah bercabang ketika Bajing Ireng bertemu dengan Jaka Sembung (Barry Prima), seorang pendekar sakti yang juga berjuang melawan penjajah.
Salah paham mengarah pada pertarungan antara keduanya, namun setelah memahami misi yang sama, mereka bersatu melawan penjajah dan Demang Asmara (El Manik), antek Belanda yang bercita-cita menjadi Bupati.
Konflik utama film ini terletak pada perlawanan rakyat Pasundan melawan penjajah Belanda.
Dengan latar belakang penderitaan yang dialami rakyat, Jaka Sembung dan Bajing Ireng muncul sebagai pahlawan yang berjuang untuk keadilan dan kemerdekaan.
Selain itu, konflik antara Jaka Sembung dan Bajing Ireng menambah dimensi dramatis.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: blora.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Foto Viral dan Komentar Lama: Benarkah Jule dan Jefri Nichol Lebih dari Sekadar Teman?
Mentan Amran Salah Sebut Nama Gubernur Jabar, Ruang Rapat Bergemuruh Tawa
Ammar Zoni Berharap Tak Kembali ke Nusakambangan, Ungkap Alasan Pilih Cipinang
Ivan Gunawan Ungkap Transformasi Pribadi dan Proyek Masjid Impian