Bajing Ireng (Alex Kalangi), seorang pendekar wanita dari Desa Kandang Haur, menjadi pahlawan bagi rakyat jelata dengan merampok harta orang-orang kaya untuk disumbangkan kepada yang menderita.
Kisah bercabang ketika Bajing Ireng bertemu dengan Jaka Sembung (Barry Prima), seorang pendekar sakti yang juga berjuang melawan penjajah.
Salah paham mengarah pada pertarungan antara keduanya, namun setelah memahami misi yang sama, mereka bersatu melawan penjajah dan Demang Asmara (El Manik), antek Belanda yang bercita-cita menjadi Bupati.
Konflik utama film ini terletak pada perlawanan rakyat Pasundan melawan penjajah Belanda.
Dengan latar belakang penderitaan yang dialami rakyat, Jaka Sembung dan Bajing Ireng muncul sebagai pahlawan yang berjuang untuk keadilan dan kemerdekaan.
Selain itu, konflik antara Jaka Sembung dan Bajing Ireng menambah dimensi dramatis.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: blora.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Kim Min Ha dan Noh Sang Hyun Reuni di Film Romantis Netflix Messily Ever After
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen