Rio Dewanto Pilih Tak Berpesta Akhir Tahun, Lebih Pilih Empati untuk Korban Bencana

- Selasa, 23 Desember 2025 | 10:00 WIB
Rio Dewanto Pilih Tak Berpesta Akhir Tahun, Lebih Pilih Empati untuk Korban Bencana
Rio Dewanto: Dari Hadiah untuk Istri hingga Pilihan Liburan Akhir Tahun

Rio Dewanto: Dari Hadiah untuk Istri hingga Pilihan Liburan Akhir Tahun

Jakarta, Senin, 22 Desember 2025

Soal memberi hadiah untuk sang istri, Atiqah Hasiholan, di Hari Ibu, Rio Dewanto mengaku agak telat mikirnya. Gagasan itu bahkan baru muncul setelah ada yang nanya. "Belum sih," ujarnya saat ditemui di Cawang, Jakarta Timur. Lalu ia tersenyum. "Ya, benar juga tuh. Thank you masukannya. Mungkin nanti dipikirkan untuk memberikan sesuatu buat sang istri."

Rupanya, pria yang menikah dengan Atiqah sejak Agustus 2013 ini mengaku dirinya bukan tipe yang terlalu romantis. Bagi Rio, momen mengapresiasi seorang ibu istrinya sendiri atau ibunya bisa dilakukan kapan saja. Tidak harus terkungkung dalam satu hari kalender.

"Saya memang agak kurang romantis orangnya. Tapi buat saya hari Hari Ibu tuh bisa kapan aja gitu. Kita mengapresiasi istri atau ibu kita tuh menurut saya ya sebenarnya itu bisa bisa kapan aja gitu. Enggak harus waktu Hari Ibu."

Pasangan ini dikaruniai seorang putri, Salma Jihane Putri Dewanto. Meski begitu, urusan kejutan romantis tampaknya memang bukan prioritas utama Rio.

Di sisi lain, ketika bicara soal rencana akhir tahun, sikap Rio justru sangat jelas dan penuh pertimbangan. Sementara banyak selebritas lain sibuk merencanakan liburan mewah ke luar negeri, ia memilih untuk tetap tinggal di Jakarta. Tidak ada pesta besar atau kemewahan yang ia rencanakan.

Alasannya sederhana: empati. Ia dan keluarganya merasa tidak tega untuk berfoya-foya sementara berita duka dari Aceh dan Sumatera akibat bencana alam masih terus berdatangan.

"Jujur, tahun ini gua enggak liburan ke mana-mana. Kita di rumah dan di Jakarta aja," katanya.

Selain karena padatnya jadwal promosi film untuk Rio dan persiapan syuting untuk Atiqah ada perasaan tidak enak yang lebih dalam. Baginya, memamerkan kebahagiaan di saat yang tidak tepat adalah hal yang "kurang sreg".

"Kita melihat teman-teman yang di Sumatera terutama, mereka lagi dalam bencana. Itu buat kita sekeluarga kayak enggak hadir di dalam suasana duka ini terus kita happy-happy sampai pamer-pamer. Itu kurang sreg buat saya," tegasnya.

Lantas, apakah ia turut membantu? Rio mengaku terlibat dalam sejumlah aksi donasi untuk korban. Namun, ada satu prinsip yang ia pegang teguh: ia bukan tipe orang yang perlu menyebarkan setiap kebaikan yang dilakukannya.

"Saya terlibat, tapi saya bukan tipe orang yang harus share-share," ujarnya lugas. "Pilihan saya adalah ya ketika saya mau menyumbang atau melakukan sesuatu, ya jangan di-share."

Dari urusan hadiah untuk istri hingga keputusan untuk berempati dengan korban bencana, pilihan-pilihan Rio Dewanto terasa jujur. Mungkin tidak selalu penuh bunga-bunga, tapi datang dari pertimbangan yang dalam. Dan itu, bisa dibilang, punya nilainya sendiri.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar