Kakak Echa Buka Suara: Saya Tidak Pernah Restui Pernikahan Eza Gionino

- Senin, 08 Desember 2025 | 19:15 WIB
Kakak Echa Buka Suara: Saya Tidak Pernah Restui Pernikahan Eza Gionino

Fakta baru muncul di tengah sidang perceraian pasangan artis Eza Gionino dan Meiza Aulia, atau yang akrab disapa Echa. Ternyata, pernikahan mereka sejak 2018 itu tak pernah dapat restu dari keluarga perempuan. Keluarga Echa, dari awal, sudah menolak.

Penolakan itu diungkapkan dengan blak-blakan oleh kakak kandung Echa sendiri, Chandra Belly. Usai menghadiri sidang di Pengadilan Agama Cibinong, Senin lalu, Chandra buka suara. Ia mengaku menjadi salah satu orang yang paling keras menentang lamaran Eza kepada adiknya itu.

"Saya salah satu orang yang tidak merestui," tegas Chandra.

Alasannya sederhana tapi kuat: firasat. Sebagai sesama lelaki dan pelindung adiknya, Chandra merasa instingnya berteriak. Ia meragukan niat baik Eza kala itu, terutama jika menilik rekam jejak aktor tersebut di dunia hiburan yang sempat ternoda beberapa kasus hukum.

"Track record-nya, ya. Saya rasa semua kawan media tahu track record dari saudara Eza seperti apa," ujarnya.

"Dan saya pun juga laki-laki, paham betul bagaimana orang bisa berubah atau tidak. Insting saya mengatakan saat itu tidak," lanjut Chandra, menjelaskan kekhawatiran yang kini seolah jadi kenyataan.

Menurut penuturannya, Echa selama ini berusaha mati-matian menutupi keretakan rumah tangganya. Dia memilih menderita dalam diam, menjaga aib keluarga, demi nama baik suami. Sampai akhirnya batas kesabaran itu habis dan gugatan cerai pun diajukan.

"Disimpan sama adik saya. Dia cukup tertutup. Dia menjaga aib keluarganya, jadi tidak menceritakan apa pun yang terjadi di dalam rumah tangganya," ungkap Chandra dengan nada prihatin.

Di sisi lain, isu yang sempat mencuat dalam persidangan adalah soal KDRT. Namun, klaim ini dibantah keras oleh kubu Eza Gionino.

Kuasa hukum Eza, Raka Danira, menegaskan tidak ada bukti sama sekali terkait kekerasan fisik. Para saksi yang dihadirkan pun, kata dia, tidak pernah melihat tindakan kasar.

"Itu sama sekali tidak ada. Dan juga baik saksi, kedua saksi yang dihadirkan, itu tidak pernah melihat bahwa adanya KDRT," jelas Raka usai sidang.

Dari proses mediasi, sudah ada titik terang soal nafkah. Eza Gionino sepakati nafkah untuk ketiga anak mereka sebesar Rp 25 juta setiap bulannya. Itu belum termasuk tanggung jawabnya untuk biaya pendidikan dan kesehatan anak-anak.

Persidangan ini masih berlanjut. Rencananya, sidang akan digelar lagi pekan depan, tanggal 15 Desember, untuk agenda pembuktian dan menghadirkan saksi dari pihak Eza. Gugatan cerai Echa sendiri sudah diajukan secara resmi sejak awal September tahun ini. Perjalanan rumah tangga mereka, sayangnya, berakhir di meja hijau.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar