Lisa Mariana Ditangkap Paksa, Polisi: Panggilan Kedua, Ada Upaya Paksa

- Kamis, 04 Desember 2025 | 20:40 WIB
Lisa Mariana Ditangkap Paksa, Polisi: Panggilan Kedua, Ada Upaya Paksa

Isu Penangkapan Lisa Mariana: Polisi Beri Penjelasan

Suasana malam Kamis (4/12) diwarnai kabar mengejutkan: Lisa Mariana dikabarkan ditangkap paksa oleh polisi. Isu ini pertama kali mencuat ke permukaan lewat unggahan selebgram Tengku Zanzabella di Instagram. Dia tampak resah dan mempertanyakan keberadaan artis senior itu.

"Gue dapat kabar Lisa Mariana dibawa, ditangkap di Polda Jabar," tulis Zanzabella.

Kabar itu pun langsung menyebar bak kembang api. Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian Jawa Barat angkat bicara. Melalui Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mereka memberikan klarifikasi resmi. Menurut Hendra, Lisa Mariana memang sedang menjalani pemeriksaan terkait kasus video syur yang melibatkan dirinya dan seorang pria.

Lantas, kenapa sampai ada isu penjemputan paksa? Ternyata, ini bukan panggilan pertama. Lisa disebut kerap mangkir dari panggilan polisi untuk dimintai keterangan. Karena itulah, pihak berwajib mengambil langkah lebih tegas.

"Panggilan kedua ini disertai dengan upaya paksa kalau dia sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda," jelas Hendra kepada para wartawan yang berkerumun.

Statusnya saat ini adalah tersangka, namun belum ditahan. Kasusnya tetap soal video porno yang sempat viral itu.

Namun begitu, dari sisi Lisa Mariana, ceritanya punya nuansa lain. Dalam pengakuannya, ia merasa proses penangkapannya berlangsung tiba-tiba dan tidak semestinya. Ia mengaku sedang sendirian, tanpa pendampingan kuasa hukum, usai mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan di KPK.

"Lisa ditangkap saat dia sendiri tanpa pengacaranya. Dia sendirian tiba-tiba kayak OTT (Operasi Tangkap Tangan)," ujar Lisa.

Perempuan itu tak hanya mengeluhkan proses hukumnya. Ia juga menyentil sebuah ironi. Menurutnya, kasus video pribadinya mendapat sorotan yang jauh lebih tajam dan cepat ketimbang kasus-kasus besar lain, seperti yang menjerat Ridwan Kamil.

"Giliran kasus video cepet, tapi kasus KPK RK lama, Bang?" sindirnya pedas.

Komentar itu seperti meletupkan pertanyaan lain di tengah hiruk-pikuk pemberitaan. Di satu sisi, polisi merasa tindakannya sudah sesuai prosedur karena Lisa dianggap menghambat proses hukum. Di sisi lain, Lisa merasa diperlakukan tidak adil dan menjadi sasaran empuk pemberitaan. Dua narasi ini kini beradu, meninggalkan publik mencerna mana yang lebih mendekati kebenaran seutuhnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar