Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia Akibat Penyumbatan di Batang Otak

- Kamis, 04 Desember 2025 | 09:10 WIB
Aktor Epy Kusnandar Meninggal Dunia Akibat Penyumbatan di Batang Otak

Kepergian yang Mendadak: Aktor Epy Kusnandar Tutup Usia

Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Rabu siang, 3 Desember 2025, menjadi hari yang kelam. Sekitar pukul 14.24 WIB, aktor senior Epy Kusnandar menghembuskan napas terakhirnya di RS PON Jakarta. Kabar ini tentu saja menyentak keluarga, kerabat, dan tentu saja para penggemar yang selama ini mengikuti karirnya.

Damar Rizki Marzuki, putra Epy, dan Deniar Hendarsah, sang adik, sama-sama mengungkapkan betapa cepatnya semua ini terjadi. Rasanya baru kemarin mereka berinteraksi biasa, kini harus merelakan kepergiannya untuk selamanya.

Kronologi Singkat Menuju Kepergian

Semuanya berawal dini hari. Sekitar pukul 05.30 WIB, Epy sudah dibawa ke sebuah rumah sakit di kawasan Cawang. Karina Ranau, istrinya, yang menemukannya dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Saat tiba di IGD, situasinya sudah sangat kritis. Tim dokter yang menanganinya seolah hanya bisa berharap pada sebuah keajaiban.

Di rumah duka di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Damar mencoba menjelaskan kronologi yang serba cepat itu.

"Kronologisnya begitu cepat kalau kata dokter. Karena, penyakitnya berhubungan dengan alat yang paling vital, otak manusia ya. Sama kayak jantung,"
"Penyakit jantung, penyakit otak, itu bisa tiba-tiba. Bisa dalam hitungan detik, tidak sampai berhari-hari atau berbulan-bulan. Itu di situ udah mulai menunggu keajaiban gitu,"

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Lalu, apa penyebab pastinya? Keluarga menyebutkan adanya kegagalan fungsi organ vital. Namun, rincian dari Deniar lebih spesifik: terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di batang otak.

"Penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Katanya ukurannya cuma segini. Batang otak itu katanya ukurannya cuma segini. Yang tersumbatnya hanya satu tapi itu pusat kontrol kehidupan. Gerak, napas,"

Kondisi ini membuat Epy berada dalam fase semi-koma dengan tekanan darah yang melonjak tinggi dan sulit dikendalikan. Sayangnya, dengan keadaan seperti itu, tindakan operasi menjadi mustahil untuk dilakukan. Rumah sakit sudah mengerahkan semua upaya; oksigen bantu, berbagai obat untuk memulihkan kesadarannya, namun kondisi Epy justru terus merosot.

Beberapa jam berikutnya adalah momen-momen haru. Ruangan itu dipenuhi keluarga dan kerabat dekat, berusaha menyemangati, berharap ada tanda-tanda pemulihan.

"Akhirnya dengan bertahan beberapa jam, beberapa menit, sampai di suatu saat di ruangan itu udah dipenuhi sama keluarga, sama kerabat, terus menyemangati, ya akhirnya di pukul 14:24 dinyatakan detak jantung berhenti dan napas,"

Epy Kusnandar kemudian dimakamkan keesokan paginya, Kamis (4/12), di TPU Jeruk Purut. Sebuah akhir perjalanan bagi aktor yang telah menghibur banyak orang.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar