Pijat Kretek Picu Lima Kali Stroke Beruntun, Wanita Ini Harus Belajar Jalan Lagi

- Jumat, 21 November 2025 | 13:40 WIB
Pijat Kretek Picu Lima Kali Stroke Beruntun, Wanita Ini Harus Belajar Jalan Lagi

Peringatan Dokter Usai Wanita Alami Lima Kali Stroke Berturut-turut Pasca Pijat Kretek

Cerita Haley Schoen ini bikin merinding. Wanita asal Amerika Serikat itu harus menghadapi lima kali serangan stroke secara beruntun. Yang bikin ngeri, rangkaian kejadian itu dipicu oleh sebuah sesi pijat kretek.

Awalnya, di Januari 2019, Haley merasakan nyeri hebat setelah melompat dari dinding panjat tebing indoor setinggi 4,5 meter. Ia mengira itu cuma saraf kejepit biasa. Tapi ternyata, rasa sakit itu adalah pertanda sesuatu yang jauh lebih serius.

Beberapa hari berselang, rekan kerjanya memperhatikan cara berjalan Haley yang sudah berubah. Ada yang aneh. Dia pun disarankan untuk memeriksakan diri. Ketika keluhannya makin menjadi, Haley memutuskan untuk menemui chiropractor – ahli yang menangani masalah tulang, otot, dan saraf.

Dia menjalani tiga sesi terapi. Nah, di sesi terakhir, dia merasakan tekanan yang luar biasa kuat di lehernya. Sayangnya, dia mencoba mengabaikannya. Tak lama kemudian, hal aneh terjadi. Haley tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Menurut dokter, Haley mengalami diseksi arteri vertebralis bilateral. Istilah medis yang kompleks itu artinya sederhana tapi mengerikan: robekan pada arteri di kedua sisi lehernya. Robekan itulah yang memicu empat kali stroke berturut-turut. Stroke kelima justru terjadi ketika dia sudah berada di rumah sakit.

"Dokter tidak bisa memastikan penyebab pastinya, tapi mereka tahu saya mengalami total lima stroke saat panjat tebing dan selama perawatan," ujar Haley dalam laporannya.

Dia menambahkan dengan nada lega, "Saya bersyukur, stroke kelima terjadi di rumah sakit karena bisa saja berakibat fatal."

Dugaan sementara, robekan arteri pertama terjadi akibat lompatan dari dinding panjat tebing. Sementara robekan lainnya diduga kuat terjadi setelah pijat kretek yang diterimanya.

Kondisi itu membuat aliran darah ke otaknya menjadi tidak stabil, memicu stroke di kedua sisi otak sekaligus. Dampaknya parah. Haley harus belajar berjalan lagi dari nol. Dia juga tidak diizinkan bekerja atau mengemudi untuk sementara waktu.

"Saya kehilangan semuanya. Saya harus pindah, berhenti kerja, dan memulai dari nol. Rasanya sangat traumatis," kenangnya dengan sedih.

Meski mengalami hal yang menyakitkan, Haley tidak serta-merta menyalahkan praktik pijat kretek tersebut. Namun, dia punya pesan penting untuk kita semua.

"Saya tidak menyalahkan chiropractor, tapi saya ingin orang lebih meningkatkan kesadaran. Jangan izinkan melakukan sesi tersebut, jika Anda ragu. Dokter bilang diseksi arteri vertebralis cukup sering terjadi setelah pijat tersebut," tegasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar