Persiapan Spiritual Marissa Anita Menghadapi Sidang Perceraian Perdana
JAKARTA - Menjelang sidang perceraian perdana dengan Andrew Trigg, Marissa Anita mengungkapkan persiapan spiritual yang mendalam melalui meditasi bersama orang-orang terdekat. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (19/11).
Dengan raut wajah tenang dan senyuman yang terjaga, Marissa tiba di pengadilan didampingi tim pendukung termasuk Caroline, Mbak Ira, dan tim hukum. Sikapnya yang ramah terhadap awak media menunjukkan kematangan emosional dalam menghadapi proses hukum ini.
"Sebagai persiapan spiritual, pagi tadi saya telah bermeditasi dengan orang-orang yang sangat penting dalam hidup saya," ungkap Marissa kepada wartawan yang menunggu di depan gedung pengadilan.
Lebih lanjut, aktris dan presenter ini menjelaskan metode meditasi unik yang dilakukannya - sebuah dialog batin dengan berbagai versi dirinya dari berbagai fase usia.
"Saya berbicara dengan Marissa usia 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 25 tahun, 42 tahun, hingga 88 tahun. Kami sudah siap menghadapi babak baru kehidupan. Doakan kami," jelasnya penuh keyakinan.
Ketika ditanya mengenai kepastian perceraian, Marissa memilih bersikap diplomatis dengan tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. "Mari kita lihat prosesnya. Terima kasih atas perhatiannya," tutupnya singkat.
Perjalanan Rumah Tangga 17 Tahun
Marissa Anita dan Andrew Trigg telah mengarungi bahtera rumah tangga sejak 2008. Pasangan yang dikenal sangat menjaga privasi ini memutuskan menunda memiliki anak selama lebih dari 14 tahun karena kesibukan karier masing-masing.
Pengajuan gugatan cerai yang resmi diajukan November 2025 ini mengakhiri pernikahan mereka setelah 17 tahun berjalan. Keputusan ini menjadi penanda babak baru dalam kehidupan kedua belah pihak.
Analisis Psikologis
Menurut pakar psikologi keluarga, teknik meditasi yang dilakukan Marissa menunjukkan pendekatan yang sehat dalam menghadapi tekanan emosional. Dialog dengan diri sendiri di berbagai tahap usia dapat membantu proses penerimaan dan penyembuhan psikologis.
"Metode ini memungkinkan seseorang untuk memproses pengalaman hidup secara holistik dan menemukan kekuatan dari berbagai fase kehidupan yang telah dilalui," jelas seorang psikolog klinis.
Artikel Terkait
Rekomendasi Drama Korea Bergaya Sejarah untuk Temani Waktu Ngabuburit
Warganet Duga Hubungan Davina dan Ardhito Bagian dari Manajemen Isu
Lnw Fashion Akhiri Endorsement Inara Rusli Usai Protes Netizen
Richard Lee Diperiksa 12 Jam sebagai Tersangka Pelanggaran Perlindungan Konsumen