HUT ke-61, Kompas Terbitkan Tiga Cover Berbeda untuk Pertama Kalinya

- Kamis, 02 Juli 2026 | 15:15 WIB
HUT ke-61, Kompas Terbitkan Tiga Cover Berbeda untuk Pertama Kalinya

Harian Kompas merayakan ulang tahun ke-61 dengan inovasi yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Pada edisi Senin (29/6/2026), surat kabar ini menerbitkan tiga desain halaman depan berbeda dalam satu hari. Ketiga cover tersebut mengusung tema besar 'Merawat Masa Depan' dengan ilustrasi yang masing-masing menyoroti isu keberlanjutan, ekonomi, dan teknologi.

Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, menjelaskan bahwa setiap cover dibuat oleh ilustrator yang berbeda. Langkah ini menjadi salah satu bentuk inovasi yang dihadirkan Kompas pada perayaan ulang tahun kali ini. "Jadi untuk edisi besok itu kami akan menerbitkan tiga cover berbeda. Tiga cover ini dibuat oleh tiga artist yang berbeda, tiga ilustrator yang berbeda," ujar Adi dalam tayangan Kompas TV.

Ilustrasi bertema keberlanjutan dikerjakan oleh Bethania Brigitta, tema ekonomi oleh Aisyah Vasthy, dan tema teknologi oleh Philip Ponk. "Jadi untuk edisi Senin untuk pertama kalinya Kompas menerbitkan tiga cover yang berbeda. Tiga perwajahan halaman 1 yang berbeda, buah karya dari tiga ilustrator yang berbeda," kata Adi.

Menariknya, pelanggan tidak bisa memilih desain cover yang diinginkan. Setiap pelanggan akan mendapatkan satu cover secara acak. "Nanti pelanggan akan dapat random, salah satu saja. Kalau misalnya penasaran dengan cover yang lain itu bisa datang ke gerai Kompas.id," ungkap Adi.

Adi menuturkan, pemilihan tiga tema tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, keberlanjutan, ekonomi, dan teknologi merupakan isu-isu yang akan terus memengaruhi masa depan Indonesia. Tema 'Merawat Masa Depan' juga menjadi refleksi perjalanan Kompas selama lebih dari enam dekade. "Sehingga dengan tema merawat masa depan ini, Kompas berupaya merawat masa depan Indonesia. Menjalankan fungsi-fungsi pers, salah satunya kontrol sosial untuk mengingatkan kita bersama sampai di mana Indonesia sekarang," tutur Adi.

Adi merasa memiliki tanggung jawab di balik meja redaksi. Melalui pemberitaan, media berperan mengingatkan apakah Indonesia sudah berada di jalur yang benar atau masih memiliki berbagai hal yang perlu dibenahi. "Kalau sudah pada track yang benar maka kita optimalkan, kalau belum sisi-sisi yang masih banyak kekurangan, kita harus sempurnakan," tutupnya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags