Psikolog Lita Gading Kritik Penunjukan Asisten Raffi Ahmad sebagai Komisaris Krakatau Posco

- Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB
Psikolog Lita Gading Kritik Penunjukan Asisten Raffi Ahmad sebagai Komisaris Krakatau Posco

Penunjukan Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco menuai kritik tajam dari psikolog Lita Gading. Ia mempertanyakan kompetensi dan latar belakang pendidikan Mufli yang dinilai tidak sesuai dengan tanggung jawab di perusahaan baja tersebut.

Dalam unggahan di akun Instagram @lita.gading pada Senin (29/6/2026), Lita menyoroti bagaimana seseorang tanpa riwayat pendidikan tinggi yang jelas bisa menduduki posisi strategis di BUMN. "Saya tadi posting mengenai asistennya Raffi Ahmad yang jadi Komisaris Krakatau. Luar biasa! Padahal SMA lulus enggak ya? Atau kuliah? Kuliah aja enggak, guys!" ujarnya.

Lita juga menyinggung fenomena oligarki yang memungkinkan orang-orang tertentu mendapat jabatan tanpa melalui proses meritokrasi. "Sekarang orang di luar sana banyak sekali S1, S2, S3 enggak ada dapat kerjaan. Ini gara-gara oligarki guys langsung ditempatkan di sana," tuturnya.

Psikolog berusia 50 tahun itu lantas mempertanyakan tugas seorang asisten artis yang dinilainya jauh dari kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola perusahaan baja. "Bukankah asisten itu nenteng-nenteng tas, kerjaan begitu ya? Coba kasih tahu ke saya apa aja (tugasnya) yang namanya asisten seorang artis itu. Coba saya mau tahu," katanya.

Tak hanya mengkritik Mufli, Lita juga menyindir Raffi Ahmad yang diduga menjadi pihak di balik penunjukan tersebut. "Yang bener aja Raffi. Kalau mau menempatkan orang, yang sesuai dengan kompetensinya dong! Memalukan tahu enggak sih? Kaya kamu enggak punya harga diri. Kecewa saya!" ucapnya dengan nada emosi.

Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Mufli tercatat pernah menempuh pendidikan di tiga program studi. Pada 2007, ia lulus Diploma III Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung. Kemudian pada 2012, ia melanjutkan ke program Sarjana Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), namun mengundurkan diri pada 2017. Ia kembali mendaftar di ISTN pada 2014 untuk program yang sama, tetapi kembali mengundurkan diri pada 2018 tanpa menyelesaikan studi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PT Krakatau Posco maupun Kementerian BUMN mengenai mekanisme dan dasar pertimbangan pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler