MURIANETWORK.COM - MNC University secara resmi meluncurkan video klip berbasis Artificial Intelligence (AI) karya mahasiswa barunya, menandai langkah konkret kampus dalam mengadopsi teknologi digital. Rektor Dendi Pratama menegaskan komitmen lembaganya untuk tidak hanya mengikuti, tetapi memimpin adaptasi AI, khususnya di ranah industri kreatif, melalui transformasi kurikulum yang mendalam.
Transformasi Kurikulum Menjawab Perkembangan Zaman
Peluncuran video klip untuk penyanyi Mahalini dan Nuca itu bukanlah hasil kerja instan. Dendi Pratama menjelaskan, karya yang digarap mahasiswa semester satu Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut merupakan buah dari transformasi besar-besaran yang telah dirintis kampus setahun sebelumnya. Perubahan menyeluruh, mulai dari logo hingga materi perkuliahan, dirancang agar mahasiswa langsung terlibat dalam aktivitas praktis sejak dini.
“Tahun lalu kita mengubah logo, kita rombak semuanya, termasuk kurikulum. Mahasiswa baru semester satu sudah banyak aktivitas di luar kelas. Hari ini kita melihat hasil nyata dari transformasi itu,” tuturnya.
Kampus Harus Berada di Barisan Terdepan
Dorongan untuk serius mengembangkan AI, menurut Dendi, berangkat dari arah strategis MNC Group yang semakin fokus pada teknologi. Untuk merespons hal ini, universitas telah membentuk departemen pengembangan AI dengan dua pilar: pengembangan berbasis IT dan penerapan di bidang kreatif. Langkah ini diambil agar dunia pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan industri.
“Ketika MNC Group sudah lari ke AI, tidak mungkin kampusnya belakangan. Kampus harus di depan, harus mempersiapkan mahasiswa, dosen, dan seluruh ekosistemnya karena ke depan hampir semuanya akan berbasis AI,” jelas Dendi dengan penuh keyakinan.
Ia menambahkan, capaian mahasiswa semester pertama yang mampu menghasilkan karya dengan kualitas mendekati standar industri merupakan bukti awal yang menggembirakan. “Hari ini kita melihat hasilnya. Mahasiswa semester satu bisa menghasilkan karya full AI yang kualitasnya sudah mendekati produksi industri. Ini sesuatu yang luar biasa dan patut diapresiasi,” imbuhnya.
AI sebagai Alat, Bukan Pengganti
Merespons kekhawatiran yang beredar seputar dampak AI terhadap profesi kreatif, Rektor MNC University memberikan pandangan yang menenangkan. Ia menekankan bahwa teknologi ini pada dasarnya adalah alat bantu, bukan pengganti peran manusia. Kunci utamanya, lanjut dia, terletak pada kemampuan beradaptasi.
“Banyak yang takut AI akan menggantikan ilustrator, fotografer, animator. Tapi bagi kami, AI tetap alat. Sama seperti dulu saat fotografi digital masuk, yang diperlukan adalah adaptasi,” tegas Dendi.
Sebagai bentuk adaptasi tersebut, ke depan MNC University berencana membuka kelas khusus DKV berbasis AI yang dirancang secara komprehensif dari semester awal hingga akhir. “Kami ingin lebih dulu bermain di AI di bidang kreatif. Mudah-mudahan MNC University bisa menjadi pelopor pengembangan AI di industri kreatif,” harapnya.
Artikel Terkait
Dompet Dhuafa Luncurkan Kampanye Berzakat Itu Kalcer Sambut Ramadan 1447 H
Mister Aladin Tawarkan Cicilan Tanpa Bunga untuk Liburan hingga Akhir 2026
El Rumi dan Syifa Hadju Enggan Konfirmasi, Hanya Berujar Doain Saja Soal Isu Nikah Usai Lebaran
Lima Minuman Rumahan untuk Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh