- Jelas dan jujur. Cukup katakan, “Ini obat biar batuk adik cepet sembuh, nanti badannya enakan.”
- Kasih pilihan. Misalnya, “Mau minumnya pakai sendok yang merah atau yang ungu?” atau “Mau duduk di kursi sendiri atau di pangkuan Mama?”
- Alihkan perhatian. Setelah obat masuk, langsung kasih air putih atau beri pujian hangat. Sesederhana pelukan atau stiker juga bisa jadi penyemangat.
- Orang tua harus tetap tenang. Percaya atau tidak, nada suara dan ekspresi kita sering lebih berpengaruh daripada rasa pahit obatnya sendiri.
Nah, ada juga trik mencampur obat dengan makanan atau minuman. Tapi hati-hati, tidak semua obat boleh. Ada beberapa catatan penting:
- Jangan campur dengan teh, susu, atau jus buah tertentu seperti anggur.
- Perhatikan aturan pakainya. Beberapa obat justru lebih efektif diminum saat perut kosong.
- Kalau dicampur makanan, jangan sampai porsinya terlalu banyak, nanti obatnya tidak habis termakan.
- Obat sirup sebaiknya diminum langsung. Untuk tablet atau kapsul, jangan asal dihancurkan tanpa izin dokter.
pesan dr. Aisya lagi.
Intinya, pendekatan yang sederhana dan konsisten adalah kuncinya. Dengan begitu, balita bisa merasa lebih nyaman. Rasa takut dan trauma pun bisa dihindari. Pada akhirnya, ini bukan cuma buat kenyamanan si kecil, tapi juga agar orang tua bisa menjalani proses pengobatan dengan lebih lancar, tanpa drama berlebihan.
Artikel Terkait
Dari Kafe Stockholm ke Indonesia: Revolusi Latte Dad yang Mengubah Wajah Pengasuhan
Usai Libur Panjang, Begini Cara Bangkitkan Semangat Kerja
Mimpi Memanjat: Alarm Batin Saat Ambisi Tak Sejalan dengan Arah Hidup
Kisah Kancil Tersesat dan Cahaya Penuntun dari Kunang-Kunang