Kemenkes Pastikan Subclade K Flu H3N2 Tak Lebih Parah dari Flu Biasa

- Kamis, 01 Januari 2026 | 10:40 WIB
Kemenkes Pastikan Subclade K Flu H3N2 Tak Lebih Parah dari Flu Biasa

JAKARTA – Kabar soal subclade K virus influenza A(H3N2) sempat bikin was-was. Tapi, Kementerian Kesehatan RI memastikan situasinya masih terkendali. Sampai akhir Desember 2025, varian ini tidak menunjukkan gejala yang lebih parah dibandingkan jenis flu musiman lainnya. Jadi, masyarakat tak perlu panik berlebihan.

Menurut dr. Prima Yosephine, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, gelombang kasus influenza A(H3) secara global memang mulai terpantau di Amerika Serikat sekitar Oktober lalu. Itu seiring dengan datangnya musim dingin.

“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” ujar dr. Prima.

Subclade K sendiri pertama kali diidentifikasi CDC Amerika pada Agustus 2025. Kini, lebih dari 80 negara sudah melaporkan keberadaannya.

Di Asia, varian ini sudah menyebar sejak pertengahan tahun. Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand termasuk yang melaporkan. Meski jadi varian dominan, tren kasus flu di negara-negara itu justru menurun dalam dua bulan terakhir. Situasi serupa terjadi di Indonesia.

Hasil surveilans di dalam negeri menunjukkan influenza A(H3) memang dominan. Tapi, tren kasusnya juga turun belakangan ini. Pemeriksaan whole genome sequencing yang rampung pada 25 Desember lalu mengonfirmasi subclade K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 lewat sistem pemantauan ILI-SARI di sejumlah fasilitas kesehatan.

“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.

Jadi, intinya, kewaspadaan memang perlu. Tapi, kata Kemenkes, situasinya masih bisa dikelola dengan baik.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar