Anok Yai Ungkap Perjuangan Rahasia Melawan Penyakit Genetik yang Ancam Jantung dan Paru-Paru

- Jumat, 26 Desember 2025 | 14:24 WIB
Anok Yai Ungkap Perjuangan Rahasia Melawan Penyakit Genetik yang Ancam Jantung dan Paru-Paru

Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Jumat (19/12), supermodel Anok Yai membuka kondisi kesehatannya yang tengah tak baik-baik saja. Dalam foto yang dibagikan, ia terlihat terbaring lemas di ranjang rumah sakit, dikelilingi sejumlah alat medis.

Rupanya, Anok telah berjuang melawan penyakit genetik yang diidapnya selama setahun terakhir. Awalnya, kondisi ini tak menunjukkan gejala yang berarti. Namun kemudian, batuk tak kunjung sembuh mulai menghantuinya, lalu berlanjut menjadi sesak napas yang mencemaskan.

"Apa yang awalnya tidak menunjukkan gejala selama sebagian besar hidup saya berubah menjadi batuk yang berkepanjangan, yang kemudian berubah menjadi nyeri dada, batuk berdarah, dan terkadang, kesulitan bernapas," ungkapnya.

Penyakit itu, ternyata, berdampak serius pada jantung dan paru-parunya.

"Secara tidak sengaja saya mengetahui bahwa saya memiliki cacat bawaan yang menyebabkan jantung saya bekerja terlalu keras dan perlahan-lahan merusak paru-paru saya,” tambah Anok.

Operasi dengan Robot dan Pencarian Dokter yang Tepat

Dalam perjalanan penyembuhannya, model yang baru saja dinobatkan sebagai Model of The Year 2025 itu mengaku sempat menunggu waktu yang tepat. Tapi ia kemudian sadar, waktu yang 'tepat' itu mungkin takkan pernah datang.

Prosesnya tidak mudah. Butuh usaha untuk menemukan dokter dan metode yang sesuai. Akhirnya, Anok menjalani operasi paru-paru dengan bantuan teknologi robotik sebuah prosedur yang, menurut American Lung Association, memanfaatkan robot untuk tindakan bedah presisi tinggi.

"Terima kasih kepada dr. Robert Cerfolio dan timnya yang ramah dan berbakat, yang selamanya saya berhutang budi karena telah memberi saya lebih banyak waktu," ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Pelajaran di Balik Lembaran Sakit

Semua ini memberinya pelajaran berharga. Perempuan berdarah Sudan itu kini paham, alam semesta punya caranya sendiri untuk memperlambat langkah seseorang. Selama ini, ia terbiasa memacu diri, bekerja keras dan berlari sekencang mungkin.

"Saya selalu berpikir saya bisa bekerja lebih keras atau berlari lebih cepat dari apa pun, tetapi alam semesta punya cara untuk memperlambat,” tulisnya merenung.

Kini, fokusnya adalah pemulihan. Dengan nada optimis, Anok Yai menyampaikan pesan penutup. “Untuk saat ini saya sedang memulihkan diri… tapi saya akan kembali. Sampai jumpa.”

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar