Dewi Perssik Usulkan Prabowo Jadi Presiden Seumur Hidup, Warganet Terbelah

- Selasa, 23 Desember 2025 | 08:55 WIB
Dewi Perssik Usulkan Prabowo Jadi Presiden Seumur Hidup, Warganet Terbelah

JAKARTA – Nama Dewi Perssik kembali ramai diperbincangkan. Kali ini, sang penyanyi dangdut membuat pernyataan yang cukup mengejutkan banyak orang lewat siaran langsung TikTok. Intinya? Dia berharap Prabowo Subianto bisa memimpin Indonesia… untuk selamanya.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Menurut Depe sapaan akrabnya Prabowo dinilainya sangat hadir untuk rakyat. Dia menyoroti kunjungan presiden ke lokasi banjir di Aceh dan Sumatra sebagai bukti nyata. “Kehadirannya di tengah korban itu menunjukkan kepedulian yang nyata,” begitu kira-kira pandangannya. Dari situlah kemudian muncul harapan agar Prabowo jadi presiden seumur hidup.

“Kalau aku pribadi, bapak Presiden Prabowo harus jadi presiden seumur hidup,” ujar Depe dalam live-nya yang kemudian viral, Selasa (23/12/2025).

Namun begitu, pernyataannya tak berhenti di situ. Depe juga menyentuh soal penanganan bencana lain, khususnya erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Dia membandingkan, dan inilah yang kemudian memantik kritik.

“Masih mending kamu didatengin Aceh sama presiden tiga kali, kami Lumajang Jember belum didatengin, tapi gak berisik. Ya, yang (bencana) Gunung Semeru,” katanya.

Dia melanjutkan dengan nada menengahi, “Aku cuma menengahi di sini, bukan waktunya sekarang itu mencari siapa yang paling oke, siapa yang paling pintar… tapi bagaimana kita bersinergi. Kita itu bermasyarakat, bersatu, bukan saling berantem.”

Sayangnya, niat menengahi itu justru dipersepsikan lain oleh banyak warganet. Mereka menilai membandingkan satu bencana dengan bencana lain adalah langkah yang kurang etis. Apalagi, Depe juga menyelipkan komentar tentang orang-orang yang kerap mencela pemerintah. “Yang ngata-ngatain, makanya mungkin ada kepentingan, ada orang yang pengen jadi presiden kali,” tambahnya.

Di sisi lain, Depe punya alasan personal mengapa dia membela upaya bantuan bencana. Anaknya, yang kini menjadi anggota TNI, memberinya gambaran langsung tentang betapa sulitnya medan di lokasi bencana.

“Apalagi anak aku di TNI, pagi siang sore malam anak aku melihat bapak-bapak TNI jalan kaki memberikan bantuan, karena medannya untuk memberikan bantuan juga kita melihat (sangat sulit),” jelasnya dengan semangat.

Pernyataan-pernyataan itu, meski kontroversial, telah menyebar luas. Kini, publik terbelah antara yang setuju dengan semangat kebersamaannya dan yang mengkritik cara penyampaiannya yang dianggap kurang tepat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar