BI juga mencatat kenaikan pada premi credit default swap (CDS) Indonesia untuk tenor lima tahun. Per 6 November 2025, premi CDS berada di level 75,49 basis poin (bps), meningkat dari posisi 73,03 bps pada akhir Oktober 2025.
Secara kumulatif sejak awal tahun hingga 6 November 2025, posisi modal asing adalah:
- Jual neto pasar saham: Rp 39,13 triliun.
- Jual neto pasar SBN: Rp 0,91 triliun.
- Jual neto pasar SRBI: Rp 137,71 triliun.
Posisi Rupiah dan Respons Bank Indonesia
Pada penutupan pekan tersebut, Jumat (6/11), Rupiah tercatat dibuka pada level Rp 16.695 per dolar AS. Sementara itu, yield SBN 10 tahun mengalami penurunan menjadi 6,15 persen.
Menghadapi dinamika ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait. BI akan mengoptimalkan strategi bauran kebijakannya guna mendukung ketahanan perekonomian eksternal Indonesia di tengah gejolak arus modal global.
Artikel Terkait
Neraca Perdagangan RI Surplus 70 Bulan Berturut-turut, Ditopang Penuh Sektor Nonmigas
Regulator Pacu Reformasi Pasar Jelang Penilaian Status Emerging Market oleh MSCI dan FTSE
Pasar Saham Asia Melonjak Didorong Harapan Meredanya Konflik Timur Tengah
BEI Cabut Suspensi Saham FITT, Saham ASPR Justru Dikenai Suspensi