Private Placement PTDU: Rencana Terbit 1,5 Miliar Saham di Harga Rp16

- Sabtu, 08 November 2025 | 13:00 WIB
Private Placement PTDU: Rencana Terbit 1,5 Miliar Saham di Harga Rp16

PTDU Rencanakan Private Placement 1,5 Miliar Saham untuk Kuatkan Modal

PT Djasa Ubersakti Tbk (PTDU) mengumumkan rencana aksi korporasi melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Emiten berencana menerbitkan maksimal 1,5 miliar saham baru dalam penawaran terbatas ini.

Harga Penawaran dan Potensi Dana Segar

Saham baru PTDU akan ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp16 per saham. Dengan penerbitan 1,5 miliar saham, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar hingga Rp24 miliar dari kegiatan corporate action ini.

Dampak pada Struktur Kepemilikan Saham

Pasca pelaksanaan private placement, total saham beredar PTDU akan naik signifikan dari 3,75 miliar saham menjadi 5,25 miliar saham. Perusahaan memperkirakan pemegang saham yang tidak berpartisipasi akan mengalami penurunan kepemilikan (dilusi) hingga 50 persen.

Hak Identik dan Alokasi Dana Hasil Private Placement

Saham baru yang diterbitkan mempunyai hak dan kedudukan setara dengan saham lama, termasuk hak dividen dan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Seluruh dana hasil penerbitan setelah dikurangi biaya emisi akan dialokasikan sebagai modal kerja perseroan.

Jadwal RUPSLB dan Target Pelaksanaan

Rencana penerbitan saham baru ini akan diajukan untuk persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 Desember 2025. Target pelaksanaan private placement sendiri direncanakan pada 26 Desember 2025.

Tujuan Penguatan Struktur Perusahaan

Langkah corporate action ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan PTDU, meningkatkan likuiditas, serta mendongkrak kinerja ekuitas perusahaan untuk mendukung perkembangan bisnis ke depan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar