Dana investasi yang sangat besar ini dialokasikan untuk meningkatkan nilai tambah di rantai produksi pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Amran menyebutkan bahwa kajian pra feasibility study (FS) akan segera diselesaikan dan diserahkan kepada Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
"Beliau yang menentukan nanti, tapi tadi kita sudah sepakati semua. Prinsipnya kita sudah sepakati, dan kita percepat," tutur Amran.
Adapun sejumlah komoditas yang akan diprioritaskan dalam program hilirisasi ini meliputi kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, dan kelapa dalam. Sementara dari sektor peternakan, fokus akan diberikan pada ayam pedaging dan produksi telur terintegrasi.
“Hal-hal yang penting dari seluruh investasi yang kita percepat adalah potensi adalah kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, kelapa dalam, kemudian peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
OCBC NISP Bagikan Dividen Rp1,03 Triliun, Nilai per Saham Turun 58%
Avian Brands Bagikan Dividen Final Rp709 Miliar, Total 2026 Capai Rp1,36 Triliun
Analis Soroti Anomali: Kinerja BCA Gemilang, Harga Saham Justru Anjlok
ARNA Bagikan Dividen Rp330 Miliar, Setara Rp45 per Saham untuk Tahun Buku 2025