PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) resmi melakukan Initial Public Offering (IPO) dan tercatat sebagai emiten ke-24 di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2025. Perusahaan pelayaran nasional yang berfokus pada jasa charter kapal Landing Craft Tank (LCT) ini mencatatkan kinerja perdana yang kuat dengan saham melesat 24,85% ke level Rp 412 pada hari pertama pencatatan.
Proses penawaran umum saham PJHB berlangsung dari 31 Oktober hingga 4 November 2025, dengan perusahaan melepas 480 juta saham baru senilai 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan di batas atas rentang bookbuilding sebesar Rp 330 per saham, menunjukkan respons positif investor dengan oversubscription mencapai 267,04 kali pada porsi penjatahan terpusat.
Total dana investor yang masuk untuk memperebutkan saham PJHB mencapai sekitar Rp 6,3 triliun, mencerminkan kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis perusahaan. Bersamaan dengan IPO, PJHB juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I dengan rasio 2:1, yang berpotensi memberikan tambahan dana hingga Rp 79,2 miliar jika seluruh waran dieksekusi.
Alokasi dana hasil IPO akan difokuskan pada pengembangan armada dengan membangun 3 unit kapal LCT baru berkapasitas 2,500 DWT. Sebanyak 94,11% dari total pembiayaan kapal baru senilai Rp 153,4 miliar berasal dari dana IPO, sementara sisanya menggunakan kas internal perusahaan.
Ekspansi armata ini ditujukan untuk memenuhi permintaan yang meningkat dalam pengangkutan alat berat dan kontainer dari klien. Utilisasi armada existing yang telah mencapai kapasitas maksimum menjadi pendorong utama rencana ekspansi ini.
Dari sisi proyeksi kinerja keuangan, perusahaan menargetkan pertumbuhan signifikan dengan pendapatan diproyeksikan mencapai Rp 144 miliar dalam lima tahun ke depan - naik hampir tiga kali lipat dibandingkan realisasi tahun 2024. Laba bersih juga diperkirakan mengalami peningkatan serupa dalam periode yang sama.
Presiden Komisaris PJHB Hero Gozali menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor transportasi laut. "Penambahan armada baru akan memperluas kapasitas usaha dan meningkatkan efisiensi pelayanan kami," ujarnya dalam keterangan resmi.
Artikel Terkait
IHSG Terpangkas 1,15% Usai Moodys Turunkan Outlook Utang Indonesia
Saham TUGU Tunjukkan Ketahanan dan Pulih Lebih Cepat dari Gejolak MSCI
Harga Emas Antam Anjlok Rp100.000 per Gram, Buyback Merosot Lebih Dalam
Harga Emas Batangan Pegadaian Turun Rp10.000-Rp11.000 per Gram