Cinema XXI (CNMA) Catat Laba Rp445 Miliar dan Akan Bagikan Dividen Interim
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pemilik jaringan bioskop Cinema XXI, mengumumkan kinerja keuangan kuartal III 2025 dengan laba bersih mencapai Rp445 miliar. Perusahaan juga akan membagikan dividen interim sebagai bentuk apresiasi kepada pemegang saham.
Kinerja Keuangan Cinema XXI Kuartal III 2025
Hingga September 2025, Cinema XXI berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, tumbuh tipis 0,4% secara tahunan. Pencapaian ini terutama didorong oleh kinerja positif pada kuartal II dan III 2025 yang masing-masing mencatat pertumbuhan pendapatan 18% dan 7%.
Faktor Pendongkrak Pendapatan Cinema XXI
Beberapa faktor yang mendukung kinerja positif Cinema XXI antara lain:
- Kenaikan rata-rata harga tiket (average ticket price)
- Peningkatan okupansi di kelas bioskop premium
- Peningkatan rata-rata belanja makanan dan minuman per penonton
- Variasi konten film nasional dan internasional yang menarik
- Inovasi produk yang berkelanjutan
Komposisi Pendapatan Cinema XXI
Berdasarkan segmen bisnis, kontribusi pendapatan Cinema XXI terdiri dari:
- Penjualan tiket bioskop: Rp2,7 triliun (62% dari total pendapatan)
- Makanan dan minuman: Rp1,4 triliun (34% dari total pendapatan)
- Digital platform: Rp104,5 miliar (tumbuh 27,9%)
Dividen Interim Cinema XXI
Sebagai wujud komitmen kepada pemegang saham, Cinema XXI akan membagikan dividen interim senilai Rp5 per saham. Pembayaran dividen akan dilakukan selambat-lambatnya pada 28 November 2025.
Ekspansi Jaringan Bioskop Cinema XXI
Di tengah pencapaian kinerja yang positif, Cinema XXI terus melakukan ekspansi dengan membuka dua bioskop baru di kuartal III 2025:
- Basko City Mall, Padang
- Suzuya Merdeka Mall, Pematang Siantar
Hingga saat ini, Cinema XXI telah mengoperasikan 261 lokasi bioskop dengan total 1.369 layar yang tersebar di 67 kota di seluruh Indonesia.
Menurut Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, pencapaian ini mencerminkan ketahanan perseroan dalam menghadapi dinamika pasar yang menantang. Perusahaan tetap berkomitmen untuk fokus pada optimalisasi operasional, ekspansi bisnis yang terukur, serta peningkatan kualitas layanan yang berkesinambungan.
Artikel Terkait
BEI Cabut Suspensi Perdagangan Lima Saham Usai Emiten Lunasi Kewajiban
Bank Mandiri Catat Laba Rp18,6 Triliun di Triwulan IV-2025, Melampaui Proyeksi Pasar
Ramadan Bukan Alasan Boros, Ini 5 Tips Kelola Keuangan
TRON Diversifikasi ke Infrastruktur Kendaraan Listrik Usai RUPSLB