PTPN IV PalmCo dan USU Vokasi Perkuat Digitalisasi Perkebunan Melalui Kerja Sama Riset
MEDAN - Subholding PTPN III, PTPN IV PalmCo, menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) untuk meningkatkan riset terapan dan pengembangan SDM dalam bidang digitalisasi perkebunan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Kampus USU, Medan.
Kolaborasi antara PalmCo dan USU Vokasi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat fondasi tata kelola perkebunan modern berbasis data. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menekankan bahwa transformasi digital merupakan strategi utama untuk memperkuat pengelolaan risiko dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan.
Strategi Digitalisasi Perkebunan Skala Nasional
PalmCo saat ini mengelola lebih dari 600.000 hektar areal perkebunan dengan sekitar 70.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Skala operasional yang besar ini memerlukan sistem kendali berbasis data untuk meminimalkan risiko operasional dan investasi.
"Perkebunan bukan hanya tentang tanaman atau tanah, tetapi tentang manusia dan seluruh sumber daya yang dikelola di dalamnya. Tujuan akhirnya adalah memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi banyak pihak," jelas Jatmiko.
Inovasi Teknologi PalmCo Business Cockpit
Salah satu terobosan digital yang telah diterapkan PalmCo adalah PalmCo Business Cockpit (PBC), sistem informasi terintegrasi yang menampilkan data operasional dan finansial secara real time. Sistem ini dioperasikan oleh staf dari unit kebun dan pabrik yang bertugas secara bergilir, mendorong pemerataan kemampuan analisis digital di seluruh lini perusahaan.
Masa Depan Perkebunan Berbasis Digital
Kerja sama PalmCo dengan Fakultas Vokasi USU menunjukkan arah baru bagi sektor perkebunan nasional, di mana digitalisasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola modern yang berkelanjutan. PalmCo berperan sebagai motor transformasi di tubuh Holding Perkebunan Nusantara (PTPN III) dengan pendekatan berbasis data dan peningkatan kompetensi SDM.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi, inovasi, dan proses bisnis di PalmCo dapat memberikan dampak yang optimal, baik bagi perusahaan, karyawan, maupun masyarakat," tutup Jatmiko.
Sinergi antara industri perkebunan dan pendidikan vokasi ini diharapkan dapat memperkuat pembangunan perkebunan nasional yang lebih efisien, inklusif, dan berdaya saing global.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020