Perempuan Petani Sawit di Berau Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat Pelatihan PERKASA

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 10:54 WIB
Perempuan Petani Sawit di Berau Perkuat Ekonomi Keluarga Lewat Pelatihan PERKASA

Di tengah meningkatnya peran perempuan dalam sektor pertanian dan perkebunan, peningkatan kapasitas menjadi kunci untuk memperkuat produktivitas sekaligus kesejahteraan keluarga. Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menegaskan bahwa peningkatan produktivitas harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan petani melalui modernisasi budidaya dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kalau petani sejahtera, mereka pasti berlomba-lomba menanam karena usahanya menguntungkan. Sekarang pertanian modern kita percepat. Insyaallah petani semakin sejahtera dan swasembada pangan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” ujar Mentan Amran.

Semangat itu tumbuh di Desa Lesan Dayak, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Di sana, penguatan kapasitas tidak hanya melibatkan laki-laki, tetapi juga perempuan yang berperan aktif memajukan perekonomian keluarga, khususnya di bidang perkebunan kelapa sawit.

Bagi Fatimah, kebun kelapa sawit bukan sekadar tempat mencari nafkah. Di sanalah ia dan keluarganya menanam harapan untuk menyekolahkan anak, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, ketika kesempatan belajar datang, ia antusias mengikuti pelatihan meski mayoritas peserta adalah laki-laki.

“Pelatihan PERKASA ini sangat penting bagi kami. Kami mempelajari banyak hal, sehingga ekonomi kami bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Fatimah, petani sawit Desa Lesan Dayak.

Bagi Fatimah, setiap materi yang dipelajari bukan sekadar teori. Pengetahuan tentang budidaya sawit yang baik, pengelolaan kebun yang efektif, hingga praktik pertanian berkelanjutan menjadi bekal untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarganya.

Harapan yang sama menjadi tujuan Program PERKASA (Petani Berkualitas dan Sejahtera) yang dijalankan oleh PT Anugerah Agung Prima Abadi (AAPA), anak usaha PT Triputra Agro Persada Tbk (TAP), melalui inisiatif TAP Untuk Negeri. Program ini dirancang untuk mendampingi petani dalam meningkatkan kapasitas melalui pelatihan budidaya kelapa sawit yang baik (Good Agricultural Practices) selama tiga hari dengan konsep 40 persen teori dan 60 persen praktik, tanpa dipungut biaya.

Para petani juga dibekali buku SOP perusahaan yang ditulis ulang dengan bahasa mudah dipahami. Harapannya, pengelolaan kebun milik petani menjadi lebih efisien, produktivitas meningkat, dan prinsip-prinsip keberlanjutan dapat diterapkan. Dengan pendekatan berkesinambungan, PERKASA tidak hanya membantu petani memperoleh hasil panen optimal, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka mengelola kebun secara mandiri dan bertanggung jawab.

TAP Untuk Negeri percaya bahwa ketika petani terus belajar dan perempuan diberi kesempatan berkembang, kesejahteraan bukan lagi sekadar harapan, melainkan masa depan yang dapat diwujudkan bersama. Ilmu yang dipelajari hari ini bukan sekadar bekal mengelola kebun, melainkan investasi jangka panjang yang akan terus menghasilkan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan negeri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags