Pemerintah Kota Bandung menyiapkan skema relokasi sementara bagi siswa SDN 026 Bojongloa ke SDN 148 Cibaduyut sebagai langkah antisipasi apabila proses eksekusi lahan harus segera dilaksanakan. Jarak kedua sekolah itu sekitar 600 meter.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
"Kami juga sedang menyiapkan prosesnya nanti anak-anak sekolah ini dari SDN 026 akan dipindahkan ke SD 148. Proses akan berlangsung selama 2 sampai 3 minggu ke depan," kata Farhan di Lapangan Saparua, Jumat (7/8).
Farhan menjelaskan relokasi tersebut bersifat sementara hingga gedung sekolah baru SDN 026 Bojongloa selesai dibangun. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan lokasi pembangunan sekolah baru di kawasan Cibaduyut Kidul.
"Selanjutnya, kami juga sambil menunggu sampai 6 bulan ke depan pembangunan gedung baru SD 026 Bojongloa yang akan kita bangun di Cibaduyut Kidul," ujar Farhan.
Namun, proses pembangunan sekolah baru belum dapat dimulai karena masih adanya penolakan dari sebagian warga di sekitar lokasi. "Jadi kita sekarang sedang bersilaturahmi, bermusyawarah dengan warga di Cibaduyut Kidul tersebut untuk berkenan kiranya memberi ruang bagi pembangunan sekolah anak-anak tersebut," katanya.
Farhan mengatakan pemerintah terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar pembangunan sekolah dapat segera dilaksanakan. Di sisi lain, negosiasi dengan pihak ahli waris juga masih berlangsung. Pemkot berharap kegiatan belajar mengajar di lokasi lama tetap dapat berlangsung hingga proses relokasi benar-benar siap.
"Ini sedang dinegosiasikan. Tapi antisipasi kita akan dipindahkan ke SD 148," ucap Farhan.
Ia kembali menegaskan bahwa keselamatan dan hak pendidikan siswa menjadi prioritas utama pemerintah dibandingkan persoalan administratif lainnya. "Bagaimanapun juga saya tekankan lagi, saya pasang badan, bahwa sebagai Wali Kota saya akan menomorsatukan pendidikan anak-anak sesuai dengan Undang-Undang Dasar. Masalah legal formal itu nomor kesekian," tegasnya.
3 Kali Terjadi
Aksi penggembokan SDN 026 Bojongloa, Kota Bandung, oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan disebut bukan kali pertama terjadi. Pihak sekolah menyebut peristiwa serupa telah terjadi sebanyak tiga kali.
Pembantu Kepala Sekolah (PKS) Bidang Kurikulum SDN 026 Bojongloa, Irdian, mengatakan penggembokan terbaru membuat pihak sekolah terkejut karena dilakukan tanpa pemberitahuan maupun koordinasi sebelumnya.
"Ini terjadi ketiga kali. Dari pihak kami juga kaget digembok. Yang saya tahu, kalau memang ada persoalan seharusnya melalui alur persidangan pengadilan," kata Irdian, Jumat (7/8).
Irdian mengaku tidak mengetahui secara rinci perkembangan sengketa lahan tersebut karena proses hukumnya telah berlangsung selama beberapa tahun.
Artikel Terkait
Sekolah Dasar di Bandung Digembok Lagi, Pihak Sekolah Waswas
Pemkot Bandung Naikkan Status Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau ke Dugaan Tindak Pidana
Satgas PRR Percepat Pemulihan Tapanuli Utara: Listrik, Huntap, dan Relokasi Sekolah
Kondisi Wali Kota Bandung Farhan Stabil, Tim Dokter Masih Lakukan Observasi