Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengevaluasi rute Mikrotrans atau angkot JakLingko 48 yang dinilai tumpang tindih dengan angkot M44 jurusan Karet-Kampung Melayu. Langkah ini diambil setelah para sopir angkot M44 menyampaikan keberatan atas operasional kedua moda transportasi tersebut.
"Menjawab untuk masalah tumpang tindih rute antara Mikrolet 44 dengan Mikrotrans 48. Kemarin kita menerima aspirasi dari pengemudi dan pemilik, sebenarnya mereka ini tergabung dalam Koperasi Kopamilen," kata Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ujang menjelaskan, Mikrotrans 48 dihadirkan untuk menambah kapasitas layanan angkutan umum di koridor Stasiun Tebet-Karet. Menurutnya, jalur tersebut memiliki permintaan penumpang yang cukup tinggi.
"Memang benar rute antara Stasiun Tebet sampai Karet ini demand-nya cukup tinggi sehingga TransJakarta hadir untuk memberikan pelayanan tambahan," ujarnya.
Dia mengakui ada beberapa ruas yang dilalui kedua angkutan secara bersamaan. Kendati demikian, evaluasi tetap dilakukan agar pelayanan transportasi umum berjalan tanpa merugikan pihak mana pun.
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan untuk Perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta
Dishub Pastikan Lalu Lintas Tetap Normal Pascakebakaran Gedung Bapenda
Dishub DKI Luncurkan Call Center 1500813, Layanan Derek hingga Kawal Jenazah
Pemprov DKI Luncurkan Call Center Transportasi 1500813, Gratis dan Siaga 24 Jam