BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Pilih Perkuat Insentif Portofolio Asing

- Rabu, 22 Juli 2026 | 15:54 WIB
BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Pilih Perkuat Insentif Portofolio Asing

Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5,75% pada Juli 2026. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 4,75%, sementara suku bunga lending facility dipertahankan di 6,5%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa sebelum mengambil keputusan, bank sentral dihadapkan pada dua opsi: menaikkan BI Rate yang berpotensi mendorong kenaikan suku bunga domestik, atau mempertahankan suku bunga sembari memperkuat daya tarik investasi portofolio asing melalui insentif. BI akhirnya memilih opsi kedua dengan meningkatkan insentif untuk instrumen lindung nilai (swap) dan Domestic Non Delivery Forward (DNDF).

"Dengan insentif bagi portofolio asing yang sekarang sudah ada SWAP lindung nilai, yang sekarang 10% kami tingkatkan menjadi 12,5%. [Lalu] ada insentif bagi DNDF (Domestic Non Delivery Forward) yang kita berikan insentif 15%," ujar Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara daring pada Rabu (22/7).

Perry menjelaskan, dua kebijakan itu dinilai mampu menarik lebih banyak aliran modal asing sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar tanpa membebani sektor riil melalui kenaikan suku bunga pinjaman dalam negeri. "Dengan insentif-insentif ini lebih efektif menarik investasi penduduk asing mengendalikan nilai tukar dan tentu saja memberikan dampak bagi kenaikan suku bunga di dalam negeri," katanya.

Ia menegaskan, peningkatan insentif tersebut lebih efektif dibandingkan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin. "Ini yang kami pilih lebih efektif dari kenaikan BI rate 25 basis point. Kenaikan insentif SWAP 10% menjadi 12,5% dan pemberian insentif bagi DNDF menjadi 15% itu lebih efektif mengendalikan nilai tukar," ucap Perry.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags