Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah membahas realisasi investasi senilai USD 2,5 miliar bersama Menteri Perdagangan China, Wang Wentao. Pembahasan dilakukan di sela kunjungan kerja Airlangga ke Shanghai, China, pada Jumat (17/7).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas tindak lanjut nota kesepahaman yang telah ditandatangani antara Kementerian Perdagangan China dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI. Salah satu isu utama adalah pengembangan proyek Two Countries Twin Parks, termasuk percepatan pengembangan kawasan industri Batang di Jawa Tengah.
Airlangga menyebutkan ada sejumlah tantangan dalam implementasi proyek tersebut, salah satunya permintaan perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus agar memperoleh fasilitas setara dengan perusahaan di dalam KEK.
Selain itu, kedua pihak juga membahas implementasi nota kesepahaman lain yang telah disepakati sebelumnya dengan nilai investasi mencapai USD 2,5 miliar. "Dan kemudian juga kami membahas mengenai MOU yang sudah ditanda tangani beberapa waktu yang lalu yang investasinya sekitar 2,5 miliar USD," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat malam.
Dalam kunjungan tersebut, Airlangga juga bertemu Presiden China Xi Jinping dalam sebuah jamuan makan malam. Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan Xi Jinping menitipkan salam kepada Presiden Prabowo Subianto. Airlangga melanjutkan, Presiden Xi berharap keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kecerdasan artifisial, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.
Artikel Terkait
Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Global WAICO
Indonesia Resmi Bergabung sebagai Negara Pendiri Organisasi AI Dunia
Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Ekonomi Indonesia hingga USD 2 Triliun
Airlangga: AI Berpotensi Dongkrak Pendapatan Indonesia hingga Rp 2 Triliun Dolar AS