IHSG Diprediksi Menguat, Target Uji Level 6.328–6.545

- Senin, 22 Juni 2026 | 06:20 WIB
IHSG Diprediksi Menguat, Target Uji Level 6.328–6.545

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada awal pekan ini, dengan target uji coba level 6.328 hingga 6.545. Meski demikian, para pelaku pasar tetap diingatkan untuk mencermati area koreksi terdekat yang berada pada rentang 6.127 hingga 6.161.

Dalam riset yang dirilis pada Senin (22/6/2026), MNC Sekuritas mencatat bahwa level support IHSG berada di angka 5.784 dan 5.594, sementara resistance terpantau pada posisi 6.286 dan 6.459. Analisis ini menjadi acuan bagi investor dalam menyikapi pergerakan indeks sepanjang hari.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, Jumat (19/6/2026), IHSG berhasil ditutup menguat 0,08 persen ke level 6.177. Penguatan tersebut disertai dengan munculnya volume pembelian yang signifikan. Secara mingguan, indeks tercatat naik 2,82 persen dan masih didominasi oleh volume beli, meskipun volumenya mulai mengecil.

Sementara itu, sejumlah saham menjadi sorotan analis untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini. Salah satunya adalah saham BUVA yang menguat 2,35 persen ke posisi Rp870, diiringi peningkatan volume pembelian. Menurut analisis teknikal, posisi BUVA saat ini diperkirakan berada di akhir wave A dari wave (A). Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada rentang Rp710 hingga Rp820, dengan target harga Rp1.115 dan Rp1.215, serta stoploss di bawah Rp685.

Di sisi lain, saham EMAS mencatat penguatan sebesar 3,17 persen ke level Rp7.325, juga didukung oleh peningkatan volume pembelian. Pergerakan saham ini masih mampu bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Analis memperkirakan posisi EMAS saat ini berada pada bagian awal wave [C] dari wave {B}. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada kisaran Rp7.125 hingga Rp7.300, dengan target harga Rp7.975 dan Rp8.475, serta stoploss di bawah Rp7.000.

Berbeda dengan dua saham sebelumnya, ESSA justru mengalami koreksi sebesar 1,54 persen ke level Rp640. Tekanan jual masih mendominasi meskipun volume cenderung menurun, dan pergerakan saham ini berada di bawah MA20. Posisi ESSA saat ini diperkirakan berada pada bagian awal wave (B) dari wave [Y]. Rekomendasi buy on weakness diberikan pada rentang Rp605 hingga Rp630, dengan target harga Rp710 dan Rp765, serta stoploss di bawah Rp585.

Adapun saham GGRM menguat cukup tajam sebesar 5,89 persen ke posisi Rp16.625, ditopang oleh volume pembelian yang tinggi. Pergerakan saham ini juga berhasil bertahan di atas MA20. Analis menilai posisi GGRM saat ini sedang membentuk bagian dari wave D dari wave (B) dalam pola triangle. Untuk saham ini, rekomendasi yang diberikan adalah trading buy pada rentang Rp16.125 hingga Rp16.575, dengan target harga Rp17.125 dan Rp17.300, serta stoploss di bawah Rp15.750.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar