MURIANETWORK.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren positif pada perdagangan Rabu (11 Februari 2026). Indeks utama Bursa Efek Indonesia itu dibuka menguat 0,26 persen ke level 8.152,78, didorong oleh sentimen beli di mayoritas sektor. Penguatan berlanjut seiring berjalannya sesi pagi, mencerminkan optimisme pelaku pasar di tengah dinamika perdagangan yang cukup aktif.
Perkembangan Indeks di Awal Perdagangan
Tak lama setelah pembukaan, IHSG terus merangkak naik. Hanya dalam semenit, penguatan bertambah menjadi 0,43 persen, menempatkan indeks di posisi 8.166. Pergerakan ini diwarnai oleh dominasi saham-saham yang menguat, dengan 372 emiten tercatat di zona hijau. Sebaliknya, 105 saham melemah, sementara 481 lainnya stagnan atau flat. Transaksi awal menunjukkan aktivitas yang cukup padat, dengan nilai mencapai Rp1 triliun dan volume perdagangan menembus 1,2 miliar lembar saham.
Indeks Lain Ikut Menguat
Sentimen positif tidak hanya terjadi pada IHSG, tetapi juga merata ke berbagai indeks acuan lainnya. Indeks LQ45 naik 0,33 persen ke level 832, sementara Indeks JII (Jakarta Islamic Index) menunjukkan kinerja lebih kuat dengan kenaikan 0,71 persen ke 560. Indeks MNC36 dan IDX30 juga mencatatkan kenaikan, masing-masing sebesar 0,12 persen ke 337 dan 0,31 persen ke 432. Perkembangan ini mengindikasikan bahwa apresiasi terjadi secara luas, tidak terpusat pada segmen tertentu saja.
Sektor-Sektor Pendukung
Analisis sektoral memperlihatkan bahwa penguatan IHSG hari ini ditopang oleh performa baik di hampir semua lini industri. Sektor-sektor yang berada di zona hijau antara lain energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, keuangan, bahan baku, kesehatan, transportasi, teknologi, properti, dan industri. Keberagaman sektor penguat ini memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi kenaikan indeks, menunjukkan bahwa optimisme pasar bersifat menyeluruh.
Pergerakan Saham-Saham Unggulan
Pada papan pergerakan saham, tiga emiten memimpin sebagai penguat tertinggi (top gainers). Posisi teratas diisi oleh PT Indo Premier Investment Management Tbk (XIPB), disusul oleh PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPSG), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH). Kenaikan harga saham-saham ini memberikan kontribusi signifikan terhadap sentimen pasar di pagi hari.
Di sisi lain, beberapa saham justru mengalami tekanan jual. PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPLQ) tercatat sebagai pelemah terbesar (top loser), diikuti oleh PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) dan PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI). Pergerakan yang beragam ini merupakan hal yang wajar dalam sebuah sesi perdagangan yang dinamis.
Artikel Terkait
Medco Energi Ditunjuk Sebagai Operator Blok Migas Baru di Malaysia
Pasar Asia Menguat Meski Dihantui Data Ketenagakerjaan yang Lemah
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan, Soroti Empat Saham Pilihan
MSCI Turunkan Peringkat Indofood ke Kategori Small Cap