MURIANETWORK.COM - PT Indospring Tbk (INDS), produsen komponen otomotif, secara resmi memperluas ekspansi ekspornya ke kawasan Timur Tengah. Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi pasar yang dinilai memiliki karakteristik serupa dengan Indonesia, terutama dalam segmen kendaraan komersial.
Potensi Pasar Timur Tengah yang Serupa dengan Domestik
Ekspansi ke Timur Tengah bukanlah langkah yang diambil tanpa pertimbangan matang. Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menjelaskan bahwa analisis mendalam terhadap pasar tersebut menunjukkan kecocokan yang signifikan dengan portofolio produk perusahaan. Menurutnya, kemiripan spesifikasi kendaraan menjadi faktor kunci.
“Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang serupa dengan Indonesia, khususnya pada dominasi truk merek Jepang yang memiliki spesifikasi dan model identik. Oleh karena itu, strategi Perseroan tahun ini akan berfokus pada ekspansi ekspor ke wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah guna memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” jelas Bob Budiono, Minggu (8/2/2026).
Diversifikasi Pasar sebagai Fondasi Kinerja
Sebelumnya, kinerja Indospring telah ditopang oleh tiga pilar pasar utama: pemasok ke pabrikan mobil (OEM) dalam negeri, pasar suku cadang pengganti (aftermarket), dan ekspor. Diversifikasi ini terbukti menjadi benteng yang menjaga stabilitas operasional perusahaan di tengah dinamika industri.
Di pasar domestik, fokus tahun ini ditempatkan pada pengembangan lini produk Fastener atau U-bolt untuk segmen aftermarket. Tidak berhenti di situ, perusahaan juga membuka peluang investasi untuk memproduksi fastener non-otomotif, menunjukkan visi pengembangan bisnis yang lebih luas ke depan.
“Strategi ini sejalan dengan target Perseroan untuk menembus jajaran tiga besar di pasar domestik, sekaligus menjadikannya motor pertumbuhan utama di masa mendatang,” tuturnya.
Kinerja Kuartalan dan Proyeksi Industri yang Menjanjikan
Optimisme manajemen bukannya tanpa dasar. Hingga akhir kuartal ketiga 2025, Indospring telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,46 triliun, angka yang mencerminkan kekuatan permintaan pasar terhadap produk-produknya. Pencapaian ini menjadi modal penting untuk mendanai langkah ekspansi yang sedang dijalankan.
Prospek ke depan juga terlihat cerah. Keyakinan bahwa pasar suku cadang akan terus tumbuh sejalan dengan industri otomotif nasional didukung data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Asosiasi tersebut memproyeksikan penjualan mobil nasional pada 2026 mencapai sekitar 850.000 unit, atau tumbuh 5,4% dari realisasi tahun 2025.
Dengan kombinasi strategi membidik pasar ekspor baru dan memperdalam penetrasi pasar domestik, Indospring berupaya untuk tidak hanya menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkokoh posisinya sebagai pemain kunci di industri komponen otomotif, baik di tingkat regional maupun global.
Artikel Terkait
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
PT Adhi Kartiko Pratama Ambil Pinjaman Rp100 Miliar dari Bank UOB
Analis Prediksi IHSG Lanjutkan Koreksi, Waspadai Level Support 7.712
PT Surya Permata Andalan Resmi Berganti Nama Jadi Olympus Strategic Indonesia