Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya target yang cukup ambisius. Untuk tahun 2026, ia bertekad mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga menyentuh level 6 persen. Komitmen ini jelas melampaui proyeksi resmi pemerintah yang hanya menetapkan angka 5,4 persen untuk tahun yang sama.
Namun begitu, soal janjinya untuk meminta hadiah dari Presiden Prabowo Subianto jika target itu tercapai, Purbaya tampaknya masih enggan berbagi detail. Ia tak mau membocorkan hadiah spesifik apa yang diinginkannya. Sementara untuk performa tahun depan, ia punya perkiraan sendiri.
"Untuk 2025 secara "full year", angkanya mendekati 5,2 persen," ujarnya.
Lalu ia menambahkan dengan nada sedikit ragu, "Tapi 5,2 persen kurang sedikit, 5,1 persen berapa gitu."
Di sisi lain, tantangan untuk mencapai angka-angka optimis itu tidak kecil. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, sudah mengingatkan adanya tekanan eksternal yang bisa menghambat. Dunia sedang tidak baik-baik saja.
Mulai dari dampak kebijakan tarif AS, kerentanan rantai pasok global, sampai eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah, semua itu berpengaruh. BI bahkan memproyeksi perlambatan.
"Perekonomian dunia masih dalam tren melambat dengan ketidakpastian yang meningkat," jelas Perry.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi global pada 2026 diprediksi hanya 3,2 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibanding perkiraan untuk 2025 yang sekitar 3,3 persen. Jadi, target 6 persen Purbaya memang harus ditempuh dalam kondisi dunia yang kurang bersahabat.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020