Lalu, apa langkah konkretnya? Pemerintah akan menjalankan sejumlah upaya. Salah satu yang disebutkan Airlangga adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Intinya, status BEI akan diubah. Dari yang semula organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO), menjadi entitas perusahaan yang kepemilikannya bisa lebih terbuka, termasuk oleh publik.
Di sisi lain, ada pesan penting yang ingin disampaikan Prabowo lewat Airlangga. Pesan ini ditujukan untuk investor domestik, mitra internasional, dan tentu saja seluruh rakyat Indonesia.
"Fundamental Indonesia tetap kuat dan Tangguh, pemerintah berdiri teguh, di pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan adil dan berkelas dunia," ujar Airlangga menyampaikan pesan presiden.
Jadi, nuansanya jelas. Di satu sisi ada peringatan keras untuk para pelaku manipulasi. Di sisi lain, ada jaminan bahwa fondasi ekonomi Indonesia kokoh, dengan komitmen penuh untuk menciptakan pasar yang sehat dan berintegritas.
Artikel Terkait
Gangguan Pasokan Timur Tengah Ancam Kerek Harga Aluminium
Pajak Rokok DKI Alokasikan Minimal 50% untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Bapanas Pastikan Stok Daging Nasional Melimpah Jelang Idulfitri
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak