Lalu, apa langkah konkretnya? Pemerintah akan menjalankan sejumlah upaya. Salah satu yang disebutkan Airlangga adalah demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Intinya, status BEI akan diubah. Dari yang semula organisasi berbasis keanggotaan atau Self-Regulatory Organization (SRO), menjadi entitas perusahaan yang kepemilikannya bisa lebih terbuka, termasuk oleh publik.
Di sisi lain, ada pesan penting yang ingin disampaikan Prabowo lewat Airlangga. Pesan ini ditujukan untuk investor domestik, mitra internasional, dan tentu saja seluruh rakyat Indonesia.
"Fundamental Indonesia tetap kuat dan Tangguh, pemerintah berdiri teguh, di pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan adil dan berkelas dunia," ujar Airlangga menyampaikan pesan presiden.
Jadi, nuansanya jelas. Di satu sisi ada peringatan keras untuk para pelaku manipulasi. Di sisi lain, ada jaminan bahwa fondasi ekonomi Indonesia kokoh, dengan komitmen penuh untuk menciptakan pasar yang sehat dan berintegritas.
Artikel Terkait
BEI Siap Buka Kartu Soal Saham Gorengan dalam Pertemuan Virtual dengan MSCI
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global