“Kami imbau pengguna untuk mencermati jadwal terbaru ini. Biar perjalanan bisa tetap terencana dengan baik,” tambah Karina.
Menurut Arif Anwar, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub, keputusan ini bukan asal comot. Semua sudah melalui evaluasi teknis yang cukup mendalam.
“DJKA memastikan setiap penyesuaian layanan kereta api dikaji dari semua aspek teknis. Persetujuan kami berikan agar operasional Commuter Line tetap aman, andal, dan tentu saja bermanfaat optimal buat masyarakat,”
ujar Arif.
Yang jadi kabar baik, meski rutenya bertambah panjang, harganya nggak ikut naik. Pemerintah memastikan tarif Commuter Line Bandung Raya tetap terjangkau, berkat subsidi Public Service Obligation (PSO) yang masih berlaku.
Jadi, untuk lintas Padalarang-Kiaracondong (20 km) dan Kiaracondong-Cicalengka (22 km), tarifnya tetap Rp 4.000. Sementara untuk perjalanan langsung Padalarang-Cicalengka sejauh 42 km, penumpang cukup bayar Rp 5.000.
Buat yang mau mencoba rute baru ini, tiketnya sudah bisa dipesan dari jauh-jauh hari. Sejak 26 Januari 2026, pemesanan untuk perjalanan mulai 1 Februari sudah dibuka lewat aplikasi Access by KAI. Siap-siap saja.
Artikel Terkait
Transkon Jaya Tarik Pinjaman Rp25 Miliar dari Induk Perusahaan
DAAZ Gandeng Raksasa Global Garap Baterai Kendaraan Listrik
Harga Emas Antam Anjlok Rp260 Ribu per Gram dalam Sehari
Direktur BCA Borong Saham Rp2,1 Miliar di Tengah Kepanikan Pasar