Wall Street kembali mencatatkan hari yang positif. Saham-saham utama di Amerika Serikat menguat pada penutupan perdagangan Senin, didorong oleh sentimen pasar yang menunggu dua momen krusial minggu ini. Di satu sisi, para investor bersiap menyambut laporan keuangan dari raksasa teknologi Microsoft, Apple, Tesla, Meta, dan kawan-kawan dari kelompok "Magnificent Seven". Di sisi lain, semua mata tertuju pada rapat kebijakan The Fed, Bank Sentral AS, yang dijadwalkan Rabu depan.
Performa pasar terlihat cukup solid. Indeks Dow Jones melonjak 313,69 poin (0,64%) ke level 49.412,40. Sementara itu, S&P 500 bertambah 34,69 poin (0,50%) menjadi 6.950,30. Nasdaq Composite juga ikut naik, meski lebih moderat, dengan kenaikan 100,11 poin (0,43%) ke posisi 23.601,36.
Chris Zaccarelli, Chief Investment Officer di Northlight Asset Management, memberikan pandangannya.
“Aksi beli di sektor komunikasi dan teknologi cukup terasa hari ini. Ini jelas ada kaitannya dengan antisipasi laporan kuartalan dari banyak perusahaan besar,” ujarnya, seperti dikutip Reuters.
“Yang kita saksikan sepertinya adalah ekspansi ekonomi yang didukung pertumbuhan laba. Tapi ya, optimisme itu masih dibalut kehati-hatian. Musim laporan keuangan ini jadi penentu mood pasar ke depan,” imbuh Zaccarelli.
Nah, soal The Fed, konsensus pasar memprediksi mereka akan mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini. Namun, pernyataan dari Ketua Jerome Powell nanti yang bakal jadi sorotan utama. Para pelaku pasar akan menyaring setiap katanya untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan.
Analis Barclays punya catatan menarik. Mereka berpendapat bahwa sikap hawkish The Fed dan data ekonomi AS yang kuat memang bisa menjadi penyangga bagi dolar. Tapi ada risiko lain: intervensi di pasar yen Jepang justru berpotensi mengacaukan aliran dana dolar yang sudah terlihat lesu belakangan ini.
Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS untuk tenor 10 tahun sedikit melemah, turun 2,4 basis poin menjadi 4,215%. Meski begitu, lelang obligasi AS jangka pendek dua tahun senilai 69 miliar dolar dinilai berjalan kuat, menunjukkan minat yang tetap terjaga.
Artikel Terkait
MNC Digital Entertainment Ajukan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness
Wall Street Lesu di Awal Pekan, Investor Waspadai Negosiasi AS-Iran hingga Keputusan Suku Bunga The Fed