Suasana pesimis ini sejalan dengan survei Reuters Desember lalu. Mayoritas pelaku pasar memprediksi harga minyak akan terus tertekan sepanjang 2026. Penyebabnya klise tapi nyata: pasokan melimpah, permintaan lemah.
Ritterbusch and Associates bahkan memberi peringatan keras. “Seiring surplus minyak global yang terus berkembang menjadi semakin transparan, panggung untuk penurunan kembali pada minggu depan akan terbentuk,” ujar mereka.
Lantas, apa kabar dari Venezuela? Penangkapan Maduro memang memicu spekulasi liar. Banyak yang membayangkan keran investasi dan ekspor minyak negara itu akan dibuka lebar-lebar. Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim perusahaan minyak AS sudah siap menanamkan modal besar-besaran di sana.
Menurut tiga sumber yang mengetahui rencana itu, para CEO perusahaan minyak AS dijadwalkan mengunjungi Gedung Putih secepatnya, kemungkinan Kamis ini. Agenda utamanya adalah membahas peluang investasi di Venezuela.
Namun begitu, optimisme itu perlu ditelaah dengan hati-hati. Faktanya, kondisi sektor migas Venezuela masih sangat rapuh. Produksi minyaknya tahun lalu rata-rata hanya 1,1 juta barel per hari, imbas dari minimnya investasi dan sanksi AS yang bertahun-tahun.
Janiv Shah, analis Rystad Energy, memperkirakan pemulihan pun akan berjalan lambat. “Kami memperkirakan hanya 300.000 barel per hari tambahan pasokan dalam dua hingga tiga tahun ke depan dengan belanja tambahan yang terbatas,” katanya. Bukan lonjakan yang instan.
Sementara mata tertuju ke Venezuela, pasar juga masih menyimak data dari dalam negeri AS sendiri. Jajak pendapat Reuters memperkirakan stok minyak mentah dan produk olahan AS naik pada pekan lalu. Data resmi dari American Petroleum Institute rencananya dirilis Selasa malam waktu setempat, disusul laporan pemerintah pada Rabu (7/1). Data-data inilah yang nantinya akan memberi konfirmasi lebih lanjut tentang arah harga ke depan.
Artikel Terkait
Gubernur Fed Serukan Pemotongan Bunga 150 Bps untuk Dongkrak Lapangan Kerja
Harga Minyak Melonjak 3% Usai Gejolak Venezuela dan Ancaman Pasokan Global
Harga Minyak Melonjak 3% Dihantui Ketegangan di Venezuela hingga Timur Tengah
Pasar Batu Bara Global Terancam Surplus, Harga Diprediksi Terus Melemah