Minyak Melimpah, Utang Menumpuk: Venezuela Terjepit di Tengah Sanksi dan Perebutan Citgo

- Senin, 05 Januari 2026 | 19:36 WIB
Minyak Melimpah, Utang Menumpuk: Venezuela Terjepit di Tengah Sanksi dan Perebutan Citgo

Ada juga kelompok perusahaan yang menang arbitrase internasional setelah asetnya disita Venezuela. Pengadilan AS sudah mengukuhkan putusan ganti rugi miliaran dolar untuk perusahaan seperti ConocoPhillips dan Crystallex. Putusan ini mengubah klaim mereka menjadi kewajiban utang, membuka jalan untuk menyita aset Venezuela lainnya.

Persaingan untuk menguasai Citgo pun semakin sengit. Di Pengadilan Delaware, nilai lelang untuk perusahaan induk Citgo, PDV Holding, tercatat sekitar 19 miliar dolar AS. Jumlah itu jauh melebihi perkiraan nilai total aset Citgo sendiri.

Selain kreditur komersial, Venezuela juga punya utang bilateral. China dan Rusia adalah pemberi pinjaman terbesar, baik kepada Maduro maupun pendahulunya, Hugo Chavez. Tapi angka pastinya sulit dipastikan. Venezuela sendiri sudah bertahun-tahun tidak menerbitkan data utang yang komprehensif.

Lalu, Bagaimana Proses Restrukturisasinya?

Ini akan jadi proses yang sangat rumit dan butuh waktu lama. Banyaknya klaim, berbelitnya proses hukum, dan ketidakpastian politik membuat semuanya seperti teka-teki yang sulit dipecahkan.

Sebenarnya, penyelesaian utang bisa dibantu dengan program IMF yang menetapkan target fiskal dan asumsi keberlanjutan. Tapi masalahnya, Venezuela sudah hampir dua dekade tidak melakukan konsultasi tahunan dengan IMF. Akses mereka terhadap pembiayaan IMF pun terblokir.

Sanksi AS tetap jadi hambatan besar. Sejak 2017, pembatasan yang diberlakukan baik oleh pemerintahan Partai Republik maupun Demokrat membatasi kemampuan Venezuela untuk menerbitkan atau merestrukturisasi utang tanpa izin khusus dari Kementerian Keuangan AS.

Ke depannya, nasib sanksi ini masih jadi tanda tanya. Yang jelas, untuk saat ini, Trump menyatakan AS akan mengelola Venezuela, negara yang cadangan minyaknya melimpah itu. Apa artinya bagi proses restrukturisasi utang? Kita lihat saja nanti.


Halaman:

Komentar