Surplus 67 Bulan Berturut-turut, Ekspor November 2025 Justru Tergerus

- Senin, 05 Januari 2026 | 11:54 WIB
Surplus 67 Bulan Berturut-turut, Ekspor November 2025 Justru Tergerus

Surplus lagi. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data perdagangan untuk November 2025, dan hasilnya masih positif. Tercatat, neraca perdagangan Indonesia kala itu surplus USD 2,66 miliar.

Ini bukan pencapaian sekali dua kali. Menurut catatan BPS, kita sudah menikmati tren surplus ini selama 67 bulan berturut-turut. Atau kalau dihitung, sejak Mei 2020 lalu. Rentang waktu yang cukup panjang, bukan?

Pernyataan resmi datang dari Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Kantor Pusat BPS, Senin (5/1).

"Pada November 2025 neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar USD 2,66 miliar," ujarnya.

Namun begitu, kalau kita selami lebih dalam, ada dinamika menarik di balik angka surplus itu. Di sisi ekspor, misalnya, justru terjadi penurunan.

Nilai ekspor kita pada November 2025 tercatat USD 22,52 miliar. Angka itu turun 6,60 persen dibandingkan capaian di bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai USD 24,11 miliar. Penurunan ini terjadi baik di sektor nonmigas maupun migas.

Ekspor nonmigas anjlok 5,09 persen menjadi USD 21,64 miliar. Sementara ekspor migas malah terpukul lebih dalam, merosot tajam 32,88 persen menjadi hanya USD 0,88 miliar.

Tapi jangan salah. Secara kumulatif, dari Januari hingga November 2025, ceritanya berbeda. Total ekspor justru naik 5,61 persen menjadi USD 256,56 miliar.

Pudji Ismartini menekankan, andil kenaikan kumulatif ini terutama datang dari industri pengolahan.

“Total nilai ekspor sepanjang Januari-November 2025 mengalami peningkatan sebesar 5,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu [2024]. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh industri pengolahan sebesar 10,41 persen,” jelasnya.

Lalu bagaimana dengan impor? Nah, di sini ceritanya berbalik untuk periode bulanan.

Pada November 2025, nilai impor Indonesia justru naik tipis 0,46 persen menjadi USD 19,86 miliar. Kenaikan ini didorong oleh impor migas yang melonjak 2,57 persen menjadi USD 2,86 miliar. Sementara impor nonmigas justru sedikit melemah, turun 1,15 persen menjadi USD 17 miliar.

Kalau dilihat dari jarak Januari-November 2025, nilai impor secara keseluruhan memang mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen, menjadi USD 218,02 miliar. Jadi, meski ekspor bulanan turun, surplus tetap terjaga karena kenaikan impor relatif lebih kecil. Begitulah kira-kira gambaran singkatnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar