Awal 2026: Minyak dan Batu Bara Lesu, Hanya Nikel yang Bersinar

- Senin, 05 Januari 2026 | 08:06 WIB
Awal 2026: Minyak dan Batu Bara Lesu, Hanya Nikel yang Bersinar

Pergerakan harga komoditas di awal tahun 2026 tampaknya belum menemukan arah yang pasti. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, 2 Januari, pasar mencatat pergerakan yang beragam. Ada yang melemah, ada pula yang justru mencoba menguat.

Minyak mentah, misalnya, tampak lesu. Menurut pantauan Reuters pada Senin (5/1), harga minyak Brent anjlok 10 sen ke posisi USD 60,75 per barel. Nasib serupa dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat, yang juga terpangkas 10 sen menjadi USD 57,32 per barel.

Lalu, bagaimana dengan komoditas lainnya? Rupanya, sentimen negatif juga terasa di beberapa sektor.

CPO

Harga minyak sawit mentah atau CPO untuk kontrak Februari tercatat turun cukup signifikan, tepatnya 1,36 persen. Data dari Barchart per Jumat itu menempatkan harganya di level MYR 3.980 per ton.

Batu Bara

Sementara itu, batu bara ikut terseret. Harga berjangka Newcastle untuk kontrak yang sama merosot 0,80 persen. Akibatnya, nilainya kini berada di angka USD 105,50 per ton.

Tapi nggak semua komoditas bernasib sama. Di tengah pelemahan yang merata, ada satu yang justru bersinar.

Nikel

Ya, nikel berhasil mencatatkan kenaikan. Berdasarkan data London Metal Exchange, logam ini naik 1,05 persen dan menguat ke level USD 16.820 per ton. Kenaikan ini jadi penyeimbang di tengah tekanan yang melanda komoditas energi.

Timah

Sayangnya, sentimen positif dari nikel tidak menular ke logam dasar lainnya. Timah justru kembali terperosok, meski penurunannya tak terlalu dalam. Harganya turun 0,36 persen, sehingga sekarang bertengger di USD 40.409 per ton.

Secara keseluruhan, pekan pertama di tahun baru ini diwarnai ketidakpastian. Pasar sepertinya masih menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum menentukan tren jangka panjangnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar