Namun begitu, untuk mengembangkan skala yang lebih besar, GLOB tidak menutup mata. Mereka sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan investor pihak ketiga. Pasalnya, kebutuhan dana untuk tahun depan tidak lagi kecil.
Sugiono mengungkapkan, “Proyek pengembangan TOSS pada tahun 2026 diperkirakan membutuhkan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 miliar.” Angka yang cukup signifikan untuk bisnis yang baru merangkak ini.
Lalu, apa yang mendorong diversifikasi ini? Ternyata, kinerja perusahaan belakangan memang sedang tidak baik-baik saja. Hingga 30 September 2025, pendapatan GLOB tercatat hanya Rp39,6 miliar. Jauh melorot dibanding periode sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp149 miliar.
Penyebab utamanya adalah penurunan drastis di segmen penjualan telepon seluler, dari Rp98 miliar menjadi hanya Rp10 miliar. Jatuhnya cukup tajam.
Meski demikian, Sugiono menegaskan bahwa bisnis telekomunikasi tetap akan dijalankan. Di sisi lain, perusahaan akan terus mendorong sumber pendapatan baru. Selain TOSS, mereka masih mengandalkan penjualan mesin dan peralatan kopi yang menyumbang Rp14,6 miliar. Masa depan GLOB, tampaknya, sedang ditata ulang.
Artikel Terkait
Pemerintah Hapus 11.014 Nama dari Daftar Penerima Bansos Mulai April 2026
IHSG Menguat Tipis 0,46% di Sesi Pagi, Volume Transaksi Tembus Rp10 Triliun
Autopedia Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp20 Miliar untuk Program MESOP
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut