Wall Street Menanti Data Tenaga Kerja: Penentu Arah Suku Bunga The Fed di 2026

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:50 WIB
Wall Street Menanti Data Tenaga Kerja: Penentu Arah Suku Bunga The Fed di 2026

Jadi, investor terjepit di antara dua harapan. Di satu sisi, mereka ingin data cukup lemah agar The Fed terus memotong suku bunga. Di sisi lain, mereka takut data itu terlalu buruk dan mengungkap keretakan fundamental ekonomi.

Dengan suku bunga acuan saat ini di kisaran 3,5–3,75%, pasar uang memberi sinyal campuran. Peluang pemangkasan pada pertemuan akhir Januari dinilai kecil. Tapi, peluang untuk potongan seperempat poin pada Maret hampir mencapai 50%. Semuanya tergantung pada data yang akan datang.

Selain ketenagakerjaan, masih ada sederet laporan ekonomi lain yang perlu diwaspadai pekan depan. Data aktivitas manufaktur dan jasa, misalnya. Yang paling ditunggu tentu saja laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulanan pada 13 Januari. Ini adalah barometer utama untuk mengukur apakah tekanan inflasi benar-benar mereda.

Belum cukup dengan itu, investor juga harus bersiap menyambut musim laporan keuangan kuartal IV. JPMorgan akan membuka kertas kerjanya pada 13 Januari, diikuti oleh raksasa perbankan lainnya sepanjang pekan. Tekanannya tinggi. Saham saat ini diperdagangkan pada valuasi yang secara historis sudah mahal, sehingga pasar sangat mengandalkan pertumbuhan laba yang kuat untuk membenarkan level harga ini.

Secara keseluruhan, ekspektasi memang optimis. Laba perusahaan-perusahaan di indeks S&P 500 diproyeksikan naik 13% untuk tahun 2025, dan melompat lagi 15,5% di 2026. Tapi proyeksi di atas kertas itu harus dibuktikan dengan realita di lapangan. Pekan depan, Wall Street akan mulai mendapat jawabannya.


Halaman:

Komentar