600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:12 WIB
600 Huntara Siap Huni di Aceh Tamiang, Target 15.000 Unit dalam Tiga Bulan

Di Aceh Tamiang, upaya pemulihan pascabencana terus bergulir. Kali ini, ada kabar baik dari kerja sama berbagai pihak, termasuk BRI yang berada di bawah payung Danantara Indonesia dan program BUMN Peduli. Mereka fokus membangun Rumah Hunian Danantara atau Huntara, sebagai tempat tinggal sementara yang layak bagi warga yang rumahnya rusak.

Dukungannya tak main-main, mencakup pembiayaan dan logistik. Dan kerja keras itu mulai terlihat hasilnya.

Pembangunannya sendiri dimulai akhir Desember lalu, tepatnya 24 Desember 2025. Perkembangannya ternyata cukup cepat. Rencananya, sebanyak 600 unit pertama akan diserahkan ke Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk segera dihuni. Itu baru permulaan. Target jangka pendeknya adalah menyelesaikan 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan. Tujuannya jelas: memastikan setiap keluarga yang terdampak punya atap di atas kepala.

Soal kualitas, Huntara ini dibangun dengan standar tertentu. Strukturnya dirancang aman, dilengkapi akses air bersih, sanitasi, dan listrik. Bahkan ada klinik kesehatan dan taman bermain untuk anak-anak. Yang menarik, akses internet dan listrik disediakan tanpa biaya untuk membantu aktivitas warga.

Pada kunjungannya ke lokasi awal tahun ini, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meringankan penderitaan korban.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” tambah Presiden Prabowo.

Pencapaian ini, menurut CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, adalah buah dari sinergi banyak pihak, terutama peran aktif BUMN di lapangan.

“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.

Rosan juga menekankan bahwa Huntara ini bukan sekadar solusi darurat.

“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Kolaborasinya memang masif. PT Perkebunan Nusantara III menyediakan lahannya. Sementara untuk konstruksi, tujuh BUMN Karya turun tangan dengan sistem modular yang cepat. Mereka adalah PT Hutama Karya (sebagai koordinator lapangan), PT Waskita Karya, PT Brantas Abipraya, PT PP, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, dan PT Nindya Karya. Dukungan infrastruktur dasar datang dari PLN untuk listrik dan Telkom untuk konektivitas internet.


Halaman:

Komentar