Dari sisi PLN, Direktur Utama Darmawan Prasodjo melihat kebijakan ini sebagai angin segar. Menurutnya, kepastian tarif di triwulan pertama 2026 akan sangat membantu masyarakat dan usaha kecil menengah mengelola keuangan mereka.
“Aktivitas rumah tangga dan usaha kan biasanya padat di awal tahun. Banyak kebutuhan muncul. Kalau tarif listrik stabil, setidaknya ada satu kepastian dalam perencanaan anggaran. Daya beli masyarakat bisa lebih terjaga,” jelas Darmawan.
Dia menegaskan, komitmen PLN di lapangan tak akan kendor. Fokusnya adalah memastikan pasokan listrik tetap andal, servis semakin baik, dan operasional tetap efisien. Tujuannya satu: layanan yang aman dan berkelanjutan untuk semua pelanggan.
“Bagi kami, listrik itu bukan cuma urusan nyala lampu. Ini fondasi dari hampir semua aktivitas masyarakat sehari-hari. Makanya, kami akan usahakan agar pasokan selalu stabil dan layanan terus membaik. Harapannya, masyarakat bisa menjalani awal tahun dengan lebih tenang dan produktif,” pungkasnya.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis