Warren Buffett akhirnya meletakkan jabatannya. CEO legendaris Berkshire Hathaway itu resmi mengundurkan diri, tepat pada akhir tahun 2025 kemarin.
Hari terakhirnya di posisi puncak adalah 31 Desember. Kini, tongkat estafet kepemimpinan telah beralih ke Greg Abel, yang mulai bertugas sejak 1 Januari 2026. Rencana suksesi ini sebenarnya sudah lama digodok, bukan keputusan mendadak.
Meski mundur sebagai CEO, Buffett tak serta-merta menghilang. Dia akan tetap memegang peran sebagai chairman. Dalam sebuah pernyataan, pria berusia 95 tahun itu bahkan berjanji untuk tetap datang ke kantor.
"Saya akan siap memberikan saran, tapi hanya jika Greg memintanya," katanya.
Pencapaian Buffett selama memimpin Berkshire memang luar biasa. Di bawah kendalinya, perusahaan itu tumbuh dengan kecepatan yang hampir dua kali lipat dari indeks S&P 500. Coba bayangkan, dari 1965 hingga 2024, Berkshire mencetak pertumbuhan tahunan rata-rata 19,9 persen. Angka itu jauh melampaui S&P 500 yang 'hanya' 10,4 persen.
Transformasi yang dia lakukan pun dramatis. Awalnya, Berkshire hanyalah sebuah pabrik tekstil yang nyaris bangkrut. Kini, perusahaan itu telah menjelma menjadi raksasa konglomerat dengan bisnis yang menjalar ke mana-mana: asuransi, kereta api, energi, hingga barang konsumen.
Tak cuma itu, portofolio investasinya juga berisi nama-nama besar. Dari Coca-Cola sampai Apple, semuanya ada di dalamnya.
Menjelang pengunduran dirinya, gelombang perubahan sudah terasa di internal Berkshire. Sejumlah orang kepercayaan Buffett, seperti Todd Combs dan Marc Hamburg, juga mengumumkan kepergian mereka. Sebuah era benar-benar telah berakhir.
Artikel Terkait
Dewan Komisaris Independen WIKA Beton Meninggal Dunia
Analis Proyeksikan IHSG Berpeluang Lanjutkan Penguatan, Waspadai Potensi Koreksi
Unilever Indonesia Bagikan Dividen Rp8,1 Triliun dari Laba dan Hasil Divestasi
Analis Proyeksikan Harga Emas Antam Bisa Sentuh Rp 3,15 Juta per Gram