BRI Raih Penghargaan untuk Pemberdayaan Ekonomi Akar Rumput

- Selasa, 30 Desember 2025 | 10:36 WIB
BRI Raih Penghargaan untuk Pemberdayaan Ekonomi Akar Rumput

BRI kembali dapat penghargaan. Kali ini, apresiasi datang dari kumparan Awards Impact Makers 2025 untuk kategori Impactful Grassroots Economic Empowerment. Penghargaan ini diberikan atas kerja nyata bank pelat merah itu dalam memperkuat ekonomi akar rumput, utamanya lewat perluasan akses pembiayaan inklusif bagi usaha mikro dan UMKM.

Menurut sejumlah saksi, langkah ini bukan sekadar wacana. Apresiasi tersebut menandai upaya BRI yang terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui integrasi pembiayaan, program literasi keuangan, serta pendampingan usaha yang menyentuh langsung.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyambut baik penghargaan ini.

“Penghargaan ini adalah bentuk pengakuan atas komitmen BRI dalam menjalankan pemberdayaan ekonomi rakyat secara berkelanjutan. Setiap program dirancang untuk menjangkau kebutuhan UMKM secara langsung dan mendorong penguatan kapasitas usaha di berbagai daerah,” ujarnya.

“Tujuan akhirnya jelas: membangun ekosistem usaha rakyat yang tangguh dan berdaya saing,” tambah Purwakajaya.

Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan itu tercermin nyata di lapangan. BRI punya lebih dari 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di 66.649 desa. Angka itu mencakup lebih dari 80 persen total desa di Indonesia. Jaringan raksasa inilah yang memfasilitasi 913 juta transaksi finansial dengan total volume fantastis, mencapai Rp 1.440 triliun. Bayangkan, itu semua memperkuat peran layanan keuangan formal di tingkat lokal yang paling dasar.

Di sisi lain, peran BRI sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar nasional juga tak terbantahkan. Hingga November 2025, realisasinya sudah Rp 163,38 triliun yang disalurkan ke 3,5 juta debitur. Itu setara dengan 92,3% dari total alokasi tahun ini.

Tak cuma urusan usaha, hunian layak juga jadi perhatian. Hingga akhir November lalu, pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) yang direalisasikan BRI mencapai Rp15,87 triliun. Dana itu membantu lebih dari 115 ribu debitur dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di seluruh Indonesia.

Namun begitu, kerja pemberdayaan tak berhenti di pembiayaan. Program seperti Desa BRILiaN telah menjangkau 4.909 desa binaan hingga akhir September 2025. Ada juga program KlasterkuHidupku yang berhasil mengembangkan 41.715 klaster usaha produktif berbasis komunitas.

Sinergi dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama Pegadaian dan PNM pun memberi dampak signifikan. Ada 34,5 juta debitur aktif dan total 185 juta rekening simpanan mikro yang tercatat. Angka-angka ini menunjukkan skala upaya yang dilakukan.

Sebagai penyalur kredit terbesar untuk UMKM, BRI juga tak mau ketinggalan dalam hal digitalisasi. Mereka mengembangkan platform LinkUMKM. Platform digital ini dirancang untuk mempermudah transaksi digital para pelaku usaha kecil, bagian dari strategi digital inklusif mereka. Tujuannya satu: mendorong pemberdayaan ekonomi yang tak hanya tangguh, tapi juga melek teknologi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar