Menjelang penutupan akhir tahun, IHSG tampaknya masih rentan digoyang koreksi. Ini terjadi meski pada perdagangan sebelumnya indeks ditutup cukup menggembirakan, menguat 1,25 persen ke level 8.644 dengan volume beli yang muncul. Suasana hati pasar memang kerap berubah-ubah di hari-hari terakhir tahun.
Analis MNC Sekuritas punya pandangan yang cukup teknis. Mereka melihat IHSG sedang berada dalam fase tertentu yang membuatnya rentan turun untuk menguji level 8.464-8.493.
"Tapi, dalam skenario terburuk," tulis riset mereka, "bisa saja koreksinya lebih dalam lagi, sampai ke area 8.000-an."
Nah, untuk hari ini, perkiraan level support dan resistance sudah jelas. Support di 8.493 dan 8.414, sementara resistance mengintai di 8.656 dan 8.714.
Lalu, saham apa saja yang patut dicermati? Beberapa emiten ini masuk dalam radar analis.
Pertama, ada BBCA. Saham bank raksasa ini bergerak flat di Rp8.025 dengan tekanan jual yang terlihat. Analis memberi sinyal "Buy on Weakness" di kisaran Rp7.800-Rp7.925. Targetnya? Rp8.125 dan Rp8.250. Tapi hati-hati, stoploss disarankan di bawah Rp7.700.
Berikutnya, ESSA. Saham ini terkoreksi ke Rp620 dan masih dikuasai sentimen jual, bahkan pergerakannya masih di bawah MA20. Meski begitu, selama bisa bertahan di atas Rp585, ada potensi untuk naik. Rekomendasinya "Spec Buy" di area Rp595-Rp615 dengan target Rp665 dan Rp700.
Berbeda dengan dua saham sebelumnya, HRUM justru ditutup menguat 2,90% ke Rp1.065 dengan volume beli yang baik. Untuk saham ini, rekomendasi "Spec Buy" diberikan di rentang Rp1.035-Rp1.050. Target harga yang diincar adalah Rp1.120 dan Rp1.165.
Terakhir, NICL. Saham ini melonjak 3,64% ke Rp1.140 didorong volume beli yang meningkat. Strateginya "Buy on Weakness" di harga Rp1.055-Rp1.110. Jika membeli di area itu, target yang bisa dituju adalah Rp1.215 dan Rp1.270.
Semua rekomendasi tentu punya batas aman. Untuk NICL, stoploss-nya di bawah Rp1.030. Intinya, di pasar yang rawan koreksi ini, kehati-hatian dan disiplin menempatkan stoploss adalah kunci.
Artikel Terkait
Pendapatan Non-Tambang PT Dian Swastatika Sentosa Naik Jadi 7,6 Persen, Didorong Bisnis Digital dan Teknologi
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
IPCM Alokasikan Rp74 Miliar untuk Pengadaan Kapal Baru pada 2026
PGUN Kejar Target Free Float 12,5 Persen pada 2027, Siapkan Skema Pelepasan Saham Bertahap