Namun begitu, tujuannya jelas. Begitu akuisisi ini tuntas, CUAN dan grupnya akan memegang kendali atas minimal 51 persen saham SINI. Posisi itu otomatis menjadikan CUAN sebagai pengendali baru perusahaan tersebut.
Dengan status barunya itu, CUAN wajib melaksanakan penawaran tender wajib atau mandatory tender offer. Aturan mainnya mengacu pada POJK Nomor 9 Tahun 2018 tentang pengambilalihan perusahaan terbuka. Nantinya, tender offer bisa dilakukan langsung oleh CUAN atau lewat perusahaan di bawah kendalinya.
Lalu, apa alasan di balik langkah strategis ini? Menurut perusahaan, akuisisi ini adalah cara untuk menambah aset, memperluas jaringan bisnis, dan memperkokoh posisi mereka. CUAN ingin menjadi pemain terintegrasi yang solid di sektor pertambangan dan jasa pertambangan, dengan memadupadankan semua sinergi dalam grup mereka.
Reporter: Desi Angriani
Artikel Terkait
Wall Street Menguat Didorong Sinyal Damai Trump untuk Konflik Iran
Fore Kopi Indonesia Catat Laba Bersih Rp90 Miliar, Naik 55% pada 2025
Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN Mulai April 2026
Semen Baturaja Catat Kenaikan Pendapatan dan Laba Bersih di 2025