Purbaya Tegaskan Anggaran Bencana Sumatera Tak Ganggu Program Makan Bergizi

- Kamis, 25 Desember 2025 | 08:15 WIB
Purbaya Tegaskan Anggaran Bencana Sumatera Tak Ganggu Program Makan Bergizi

JAKARTA – Anggaran untuk bencana di Sumatera itu sudah ada. Bahkan, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, jumlahnya lebih dari cukup. Jadi, tak perlu sampai mengutak-atik dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.

“Uangnya sudah cukup, Rp60 triliun kita sediakan,” tegas Purbaya saat ditemui di sekitar Gedung Kejagung, Rabu (24/12/2025) lalu. Pernyataannya ini sekaligus menjawab desakan sejumlah anggota DPR yang meminta agar dana MBG dialihkan untuk pemulihan pascabencana.

Menurut hitungannya, kebutuhan riil untuk membenahi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pasca-banjir bandang baru sekitar Rp51 triliun. Anggaran yang disiapkan pemerintah ternyata masih lebih besar dari angka itu.

“Jadi cukup. Kami tidak akan mengganggu program MBG-nya,” ujar Purbaya dengan nada pasti. Ia menegaskan, tak ada rencana untuk memindahkan anggaran program tersebut karena kebutuhan bencana sudah diakomodasi di pos lain.

Di sisi lain, usulan dari parlemen memang punya alasan sendiri. Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR, mengkhawatirkan efektivitas pendistribusian MBG saat libur sekolah. Menurutnya, dana itu jauh lebih mendesak jika dipakai untuk pemulihan gizi pengungsi dan perbaikan fasilitas kesehatan di daerah yang porak-poranda.

Namun begitu, Badan Gizi Nasional (BGN) tampaknya tak bergeming. Mereka menyatakan bahwa keputusan akhir soal perubahan anggaran sepenuhnya ada di tangan Presiden dan Kementerian Keuangan.

Sambil menunggu keputusan, BGN tetap menjalankan program MBG selama masa libur. Caranya? Paket makanan dikirim langsung ke rumah siswa. Langkah ini diambil agar serapan anggaran tetap sesuai target, sekaligus memastikan bantuan sampai ke penerima yang tepat.

Jadi, untuk saat ini, kedua program tetap berjalan. Anggaran bencana dipakai untuk pemulihan, sementara MBG terus digulirkan sesuai skema yang sudah direncanakan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar