Di penghujung November lalu, tepatnya tanggal 26, bursa saham mencatat transaksi menarik dari salah satu petinggi perusahaan. Junita Ciputra, yang menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), kembali menambah aset portofolionya. Kali ini, ia membeli 500 saham perseroan.
Transaksi itu bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya, pada 17 November, ia juga melakukan aksi serupa dengan membeli 1.500 saham. Menariknya, harga per sahamnya sama persis: Rp24 ribu.
Kalau dihitung-hitung, untuk pembelian terbaru ini Junita mengeluarkan dana sekitar Rp12 juta. Sementara untuk transaksi di pertengahan bulan, ia merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp36 juta.
Dalam keterangan resminya yang dikutip dari laporan BEI, Junita menjelaskan motivasi di balik aksinya.
"Tujuan transaksi adalah penambahan investasi di MKPI, dengan status kepemilikan saham tidak langsung melalui PT Apratima Sejahtera,"
Dengan tambahan 500 lot itu, porsi kepemilikannya kini bertambah tipis. Dari yang semula memegang 74.857.527 saham atau setara 7,89475 persen, kini naik menjadi 74.858.027 saham atau 7,89480 persen. Perubahannya memang kecil, tapi signifikan secara simbolis.
Di sisi lain, struktur kepemilikan MKPI sendiri masih didominasi oleh beberapa pemegang saham utama. PT Karuna Paramita Propertindo memegang kendali terbesar dengan 47,45 persen. Disusul kemudian oleh PT Apratima Sejahtera entitas yang dipakai Junita dengan 7,89 persen. Lalu ada PT Dwitunggal Permata (7,86%) dan PT Penta Cosmopolitan (7,49%).
Jadi, meski jumlah saham yang dibeli terbilang kecil, langkah Junita ini tetap menarik untuk dicermati. Apalagi ini dilakukan dalam rentang waktu yang berdekatan. Sepertinya ada keyakinan lebih di balik keputusan investasinya itu.
Artikel Terkait
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen
IHSG Terkoreksi 0,56% dalam Sepekan, Aksi Jual Asing dan Rebalancing MSCI Tekan Saham Bank Besar