Soal penggunaan dananya, sekitar 70% akan dipakai untuk modal kerja, terutama guna memperluas penyaluran kredit. Sementara itu, sisa 30%-nya dialokasikan untuk belanja modal yang akan dilakukan bertahap, mulai 2026 hingga lima tahun ke depan.
Di sisi lain, proses IPO ini tak berjalan sendirian. Empat sekuritas ternama ditunjuk sebagai penjamin pelaksana, yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
Lima tahun ke depan, dana hasil IPO itu rencananya akan dipakai untuk mengembangkan beragam produk. Fokusnya pada solusi digital untuk segmen ritel dan UMKM. Mulai dari produk pendanaan, pembiayaan, hingga sistem pembayaran.
Dukungan teknologi informasi juga tak ketinggalan. Mereka berencana berinvestasi pada infrastruktur, sistem operasional, kecerdasan buatan dan data analytics, serta tak lupa, peningkatan cybersecurity. Semuanya demi membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang.
Artikel Terkait
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru
Pefindo Beri Peringkat IdBBB+ untuk SOLA, Prospek Stabil dengan Catatan Diversifikasi
Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 per Gram, Pajak Pembeli Akhir Dihapus
RISE Siap Bagikan Bonus Saham Rp525 Miliar pada 2026