Dari 11 sektor utama di S&P 500, sembilan di antaranya ditutup di zona merah. Sektor consumer discretionary menjadi yang terburuk dengan penurunan 2,73%, diikuti sektor teknologi informasi yang jatuh 2,37%.
Perusahaan hiburan Walt Disney juga terpuruk, anjlok 7,8% setelah mengisyaratkan persiapan untuk pertarungan distribusi saluran kabel yang berlarut-larut.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menyusut
Probabilitas trader untuk pemotongan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada bulan Desember telah menyusut drastis. Data dari CME FedWatch menunjukkan peluang turun menjadi sekitar 47%, jauh lebih rendah dari perkiraan 70% pada minggu sebelumnya.
Ada Sinar di Tengah Awan Kelam
Di balik tekanan luas, beberapa saham masih mampu mencetak keuntungan. Cisco Systems melonjak 4,6% setelah perusahaan meningkatkan proyeksi laba dan pendapatannya untuk tahun penuh, didorong oleh permintaan yang kuat untuk peralatan jaringan.
Perusahaan energi APA Corp juga naik 3,3% di tengah laporan potensi reverse merger unit hulu migasnya.
Namun, sentimen secara keseluruhan tetap negatif. Rasio saham yang turun terhadap yang naik di S&P 500 tercatat pada 2,8 banding satu, mengindikasikan dominasi aksi jual di lantai bursa.
Artikel Terkait
Laba Bersih Trisula International Melonjak 33% pada 2025 Didorong Ekspor
BSA Logistics Targetkan Rp302 Miliar dari IPO, Mayoritas untuk Akuisisi Perusahaan Afiliasi
WIKA Pangkas Utang Rp3,87 Triliun Meski Rugi Bersih Membengkak
WBSA Jadi Emiten IPO Pertama 2026, Harga Saham Perdana Rp168