Neuralink Siap Produksi Massal Chip Otak, 12 Pasien Sudah Bisa Kontrol Perangkat dengan Pikiran

- Senin, 05 Januari 2026 | 14:12 WIB
Neuralink Siap Produksi Massal Chip Otak, 12 Pasien Sudah Bisa Kontrol Perangkat dengan Pikiran

Elon Musk baru-baru ini membuat pengumuman penting lewat akun X-nya. Perusahaan neurosains miliknya, Neuralink, bakal memulai produksi massal untuk implan otak mereka tahun ini. Kabar ini ia sampaikan di penghujung tahun, tepatnya Rabu lalu.

Yang menarik, Musk juga menyebut bahwa proses penanaman chip nantinya akan menggunakan prosedur bedah robotik yang sepenuhnya otomatis. Ini tentu sebuah lompatan besar dari metode sebelumnya.

Lalu, untuk apa sebenarnya teknologi mutakhir ini? Intinya, implan ini dirancang sebagai solusi bagi mereka yang hidup dengan kondisi berat, misalnya akibat cedera tulang belakang. Tujuannya jelas: mengembalikan kemandirian.

Kemampuannya bukan sekadar teori. Pasien pertama Neuralink sudah membuktikannya. Cukup dengan kekuatan pikiran, ia bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya mustahil.

Ia bisa main game, berselancar di internet, bahkan mengetik dan menggerakkan kursor komputer. Sungguh luar biasa.

Namun begitu, perjalanan menuju titik ini tak mulus. Awalnya, pada 2022, FDA sempat menolak izin uji klinis mereka karena pertimbangan keamanan. Neuralink harus bekerja keras menjawab kekhawatiran itu. Barulah di 2024, mereka mendapat lampu hijau untuk memulai uji coba pada manusia.

Dan hasilnya? Hingga September tahun lalu, sudah 12 orang di berbagai penjuru dunia yang menerima implan ini. Mereka semua mengalami kelumpuhan parah. Kini, dengan chip tersebut, mereka bisa mengendalikan beragam perangkat, baik digital maupun fisik.

Di sisi lain, dari urusan pendanaan, Neuralink juga tampak solid. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana segar yang sangat besar sekitar Rp 10,8 triliun dalam putaran pendanaan Juni lalu. Dana itu tentu akan mempercepat realisasi ambisi mereka.

Jadi, tahun ini kita mungkin akan menyaksikan babak baru. Bukan lagi sekadar uji coba, melainkan produksi volume tinggi untuk teknologi yang bisa mengubah hidup banyak orang.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar