DCE Telkomsel Gelar Roadshow, Bekali UKM dengan Senjata AI untuk Ekspansi Pasar

- Sabtu, 22 November 2025 | 22:06 WIB
DCE Telkomsel Gelar Roadshow, Bekali UKM dengan Senjata AI untuk Ekspansi Pasar
Program DCE Telkomsel Kembali Hadir

Gelombang baru program CSR Telkomsel, Digital Creative Entrepreneurs (DCE), sudah dimulai. Kali ini memasuki tahun kelima dengan fokus yang cukup menarik: memberdayakan UKM lewat kurikulum berbasis kecerdasan buatan. Tema yang diusung adalah "AI‑Enabled SMEs Growth – How Locals Go Global".

Menurut rencana, program ini akan menjaring pelaku usaha kecil dan menengah dari empat sektor utama: Fashion, F&B, Personal Care, dan Craft.

Di sisi lain, realitas di lapangan memang butuh percepatan. Data menunjukkan ada sekitar 64,2 juta UMKM di Indonesia yang menyerap lebih dari 123 juta tenaga kerja pada 2025. Namun, jumlah yang sudah bertransformasi digital masih jauh dari target nasional. Padahal, survei di 53 negara mengonfirmasi bahwa 85,2% responden mengakui teknologi seperti AI bisa mendukung operasional dan layanan bisnis mereka.

Nah, kurikulum DCE ke-5 ini dirancang agar manfaat AI benar-benar bisa diukur dan diterapkan dalam aktivitas bisnis harian. Harapannya, dampaknya terasa konkret, baik bagi pebisnis maupun pelanggan mereka.

Lalu, apa saja yang akan didapat peserta?

Business Diagnostic: Audit menyeluruh terhadap berbagai aspek bisnis, lengkap dengan evaluasi Business Health Score.

Growth‑Focused Mentoring: Pendampingan yang bertujuan meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pasar.

AI Tools Training: Pelatihan praktis memanfaatkan AI untuk riset tren, perencanaan konten, hingga inovasi produk.

Curated Local Showcase: Pameran brand lokal unggulan di setiap kota yang disinggahi roadshow program.

Abdullah Fahmi, VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, menegaskan semangat baru di balik program kali ini.

"Tahun ini, DCE hadir dengan semangat baru untuk memaksimalkan peran teknologi dan kecerdasan buatan dalam mengembangkan bisnis. Dengan mengoptimalkan adopsi AI dalam peningkatan kapasitas dan kompetensi, kami berharap UKM Indonesia bisa terus belajar dan berkembang, bersama naik kelas dan berdaya saing global," ujarnya.

Rangkaian acara DCE ke‑5 akan berjalan melalui beberapa tahap. Kick-off pertama digelar di Jakarta pada 20 November. Lalu roadshow menyusul ke Makassar (27 November), Medan (4 Desember), dan Surabaya (11 Desember).

Sebanyak 500 UKM akan dikenalkan dengan ekosistem digital Telkomsel dan berbagai solusi akselerasi bisnis. Dari sana, 24 UKM terpilih akan memaparkan rencana bisnis dan implementasi digital mereka. Kemudian, 12 finalis menjalani inkubasi intensif berupa mentoring dan bootcamp. Puncaknya, pada Juli 2026, lima pemenang akan diumumkan dalam sesi final pitch dan awarding.

Pengalaman dari alumni program sebelumnya, Genesia Ng, Co-Founder Rajoet Gawenan (alumni DCE ke-3), turut dibagikan dalam sesi Kick-Off di Jakarta. Ia mengungkapkan bahwa program ini membantunya memahami pelanggan secara lebih mendalam, termasuk profil dan kebiasaan mereka. Pendekatan itu sangat mempengaruhi pengembangan produk Rajoet dalam dua tahun terakhir.

"Dengan semakin relevannya AI, kami pikir DCE ke-5 akan jadi peluang besar bagi UKM untuk memanfaatkan teknologi digital, baik dalam riset, desain, pemasaran, maupun layanan," tutur Genesia.

Sejak diluncurkan tahun 2021, DCE memang dihadirkan sebagai "Impact SME Accelerator". Tujuannya jelas: memperkuat kapabilitas, kreativitas, dan daya saing UKM Indonesia. Hingga 2025, program ini telah mencatatkan lebih dari 9.930 UKM terdaftar, 680 alumni, dan 18 UKM terpilih sebagai yang terbaik. Lebih dari 80 expert terlibat, dengan 165 sesi mentoring dan 63 webinar nasional diselenggarakan, plus hibah total ratusan juta rupiah telah disalurkan.

Kini, DCE ke-5 mengintegrasikan pendekatan AI-enabled growth. Bagi pelaku UKM lokal di empat sektor yang disebutkan, pendaftaran dibuka mulai 20 November hingga 24 Desember 2025 melalui situs resmi program.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar